Tampilkan postingan dengan label anjuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anjuran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Juli 2014

ANJURAN MEMBACA KITAB ASY SYAIKH ROBI

〰〰��〰〰〰

������

____________
 ANJURAN UNTUK MEMBACA KITAB ASY SYAIKH RABI' HAFIDZAHULLAH

Asy Syaikh Abdullah bin Utsman Adz Dzamari hafidzahullah

�� Pertanyaan:
"Apa pandangan Anda pada kitab "Minhajul Anbiya Fil Dakwati Ila Allah"  karya Dr. Rabi' bin Hadi Al Madkhali yang padanya ada hikmah dan pemahaman?"

 Jawaban:
"Pertama, selayaknya bagi kita untuk mengetahui bahwa kitab-kitab Syaikh Rabi hafidzahullah adalah kitab yang berharga. Saya tidak mengetahui seorang alim pun yang mencela padanya dalam masalah ini dan kita tidak mengatakan padanya dengan kemaksuman. Setiap orang bisa salah dan benar. Cukup bahwa beliau berjalan di atas metode Salafushalih. Beliau juga semangat dalam menyebarkan dan membela sunah. Demikian juga beliau mentahdzir dari bidah dan ahli bidah.

Kitab-kitab Syaikh Rabi adalah kitab-kitab yang berharga. Kita tidak mengetahui padanya ada sesuatu yang saya maksudkan yang membikin celah dengannya. Kalau disana ada kesalahan, tidaklah kesalahan itu kecuali sesuatu yang termasuk dari kesalahan-kesalahan yang muncul dari mujtahid dari kalangan ulama Ahlu Sunah. Maka saya katakan, 'Kitab-kitab karya Asy Syaikh Rabi' selayaknya untuk dibaca dan disebar dikalangan Salafiyin, Ahlu Sunah Wal Jamaah."

http://www.olamayemen.com/index.php?article_id=11278

Dialihbahasakan oleh:
Abu Abdillah Zaki Ibnu Salman

------------
��WhatsApp Thulab Fiyus

 Audio:

ANJURAN MENCARI LAILATUL QODR

��������������

 ANJURAN MENCARI  LAILATUL QODR

 Al Imam Muslim رحمه الله berkata : Dan Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Uqbah bin Huraits ia berkata, saya mendengar Ibnu Umar radliallahu 'anhuma berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Carilah ia pada sepuluh terakhir (Ramadlan), yakni Lailatul Qadr. Maka jika salah seorang dari kalian tidak sempat atau tidak mampu, maka jangan sampai terlewatkan tujuh malam terakhir." Nomor hadits 1989
--------------------
WA DHIYAUT TAUHID


Kamis, 19 Juni 2014

MUSTAHABAT PUASA 2

 ��
MENGINGAT KEMBALI HUKUM-HUKUM PUASA

 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushaby hafizhahullah

BAB KE-5
HAL-HAL YANG DIANJURKAN BAGI ORANG-ORANG YANG BERPUASA DAN SELAIN MEREKA

Hal-hal yang dianjurkan bagi orang-orang yang berpuasa dan selain mereka:

1. Berusaha melihat hilal.
2. Berdoa ketika melihat hilal.
3. Memperbanyak doa.
4. Mendoakan kebaikan bagi kaum Muslimin.
5. Selalu menyebarkan salam.
6. Menyambung silaturahmi walaupun dengan telpon.
7. Memperbanyak berbuat baik kepada orang-orang yang memiliki hubungan darah.
8. Memperbanyak sedekah.
9. Tersenyum di hadapan saudaramu.
10. Memperbanyak berbuat baik kepada tetangga.
11. Memperbanyak berbuat baik kepada orang-orang yang lemah, orang-orang miskin, dan anak-anak yatim.
12. Selalu mengucapkan perkataan yang baik.
13. Memperbanyak dzikir.
14. Memperbanyak taubat dan istighfar sebanyak ratusan kali.
15. Memperbanyak mengucapkan “laa ilaha illallah.”
16. Memperbanyak mengucapkan “laa haula wa laa quwwata illa billah.”
17. Memperbanyak mengucapkan “subhanahullah wabihamdihi, subahanallahul azhim.”
18. Memperbanyak mengucapkan shalawat bagi Rasulullah shallallahu alaihi was sallam.
19. Memperbanyak menuntut ilmu.
20. Memperbanyak usaha mendakwahkan agama Allah.
21. Mengharapkan pahala ketika memberi nafkah keluarga.
22. Menjaga wudhu.
23. Bersiwak.
24. Menjaga agar bau badan tetap harum.
25. Mengerjakan shalat dua rakaat sebelum maghrib.
26. Menjaga shalat-shalat sunnah rawatib.
27. Semangat untuk mengerjakan shalat-shalat sunnah rawatib di rumah.
28. Memperbanyak shalat sunnah.
29. Bersegera mendatangi shalat.
30. Selalu berusaha agar mendapatkan shaff pertama.
31. Menunggu shalat setelah selesai shalat.
32. Berusaha memanfaatkan waktu dikabulkannya doa pada hari Jum’at.
33. Berusaha memanfaatkan waktu dikabulkannya doa pada malam hari.
34. Semangat untuk tinggal di masjid hingga terbitnya matahari.
35. Duduk bersama orang-orang yang suka berdzikir di pagi dan petang hari.
36. Menjaga dzikir pagi dan petang.
37. Menghadiri taman-taman syurga (mejelis ilmu dan dzikir –pent).
38. Mempelajari Al-Qur'an Al-Karim.
39. Memperbagus suara ketika membaca Al-Qur'an.
40. Melakukan sujud tilawah ketika membaca ayat yang dianjurkan untuk melakukan sujud padanya.
41. Memperbanyak membaca Al-Qur'an.
42. Semangat untuk mengkhatamkan Al-Qur'an.
43. Berdoa ketika mengkhatamkan Al-Qur'an.
44. Menjenguk orang sakit.
45. Ziyarah kubur.
46. Mengingat kematian, akherat, syurga, dan neraka.
47. Merenungkan ayat-ayat Allah dan makhluk ciptaan-Nya.
48. Bersikap zuhud di dunia.
49. Bersikap zuhud terhadap apa-apa yang di tangan manusia.
50. Mengumpulkan empat hal berikut: dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda:

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ صَائِمًا؟

“Siapa diantara kalian yang hari ini berpuasa?”
Abu Bakr menjawab: “Saya.”
Beliau bertanya lagi:

فَمَنْ تَبِعَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ جَنَازَةً؟

“Siapa diantara kalian yang hari ini mengikuti jenazah?”
Abu Bakr menjawab: “Saya.”
Beliau bertanya lagi:

فَمَنْ أَطْعَمَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ مِسْكِيْنًا؟

“Siapa diantara kalian yang hari ini memberi makan orang miskin?”
Abu Bakr menjawab: “Saya.”
Beliau bertanya lagi:

فَمَنْ عَادَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ مَرِيْضًا؟

“Siapa diantara kalian yang hari menjenguk orang sakit?”
Abu Bakr menjawab: “Saya.”
Maka beliau berkata:

مَا اجْتَمَعْنَ فِيْ امْرِئٍ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ.

“Tidaklah perkara-perkara tersebut terkumpul pada seseorang kecuali dia pasti masuk syurga.”(HR. Muslim no. 1028)

�� Sumber artikel:
Mudzakkirah Fii Ahkamis Shiyam

Alih bahasa: Abu Almass
Rabu, 20 Sya’ban 1435 H

 Bersambung In Sya Allah

http://forumsalafy.net



MUSTAHABAT PUASA

����
MENGINGAT KEMBALI HUKUM-HUKUM PUASA

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushaby hafizhahullah

BAB KE-4
HAL-HAL YANG DIANJURKAN KETIKA BERPUASA

Hal-hal yang dianjurkan ketika berpuasa Ramadhan:
1. Makan sahur.
2. Makan sahur dengan kurma kering.
3. Mengakhirkan sahur.
4. Sedikit makan ketika sahur dan berbuka.
5. Menyegerakan berbuka jika dipastikan matahari telah terbenam.
6. Berbuka dengan kurma basah.
7. Jika tidak ada kurma basah maka dengan kurma kering.
8. Minum beberapa teguk air.
9. Jika tidak mendapati air maka dengan sesuatu yang halal dan baik yang mudah didapatkan.
10. Ketika berbuka mengucapkan:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ.

“Dahaga telah hilang, kerongkongan telah basah, dan pahala telah diraih insyaAllah.”
(Lihat: Shahih Abu Dawud no. 2041 –pent)
11. Mendoakan kebaikan bagi orang yang memberi jamuan berbuka kepada Anda.
12. Memperbanyak memberi jamuan berbuka bagi orang-orang yang berpuasa setelah matahari terbenam.
13. Semangat untuk memulai shalat berbarengan dengan imam dan selesai bersamaan pula (mendapatkan takbiratul ihram –pent).
14. Menjaga qunut witir.
15. Semangat dan bersungguh-sungguh melakukan kebaikan di bulan Ramadhan lebih dibandingkan pada bulan-bulan yang lain. Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma menceritakan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالخَيْرِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُوْنُ فِيْ رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ، وَكَانَ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِيْ رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ، يَعْرِضُ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ القُرْآنَ، فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ أَجْوَدَ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيْحِ المُرْسَلَةِ.

“Nabi shallallahu alaihi was sallam adalah manusia yang paling dermawan dalam kebaikan. Beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril datang menemui beliau. Jibril alaihis salam menjumpai beliau setiap malam di bulan Ramadhan sampai Ramadhan habis. Nabi shallallahu alaihi was sallam menyetor hafalan Al-Qur'an kepada Jibril. Jadi jika Jibril alaihis salam menemui beliau, maka beliau lebih dermawan dalam kebaikan dibandingkan angin yang bertiup.”
(HR. Al-Bukhary no. 6 dan 1803 dan Muslim no. 2308)
16. Semangat dan bersungguh-sungguh beribadah di sepuluh hari terakhir melebihi di hari-hari yang lain. Aisyah radhiyallahu anha menceritakan:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِيْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِيْ غَيْرِهَا.

“Dahulu kebiasaan Rasulullah shallallahu alaihi was sallam adalah bersungguh-sungguh dalam beribadah di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan lebih dibandingkan pada hari-hari yang lainnya.”
(HR. Muslim no. 1175)
17. Semangat menghidupkan sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Aisyah radhiyallahu anha menceritakan:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ، أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ.

“Dahulu kebiasaan Rasulullah shallallahu alaihi was sallam jika telah datang sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, beliau menghidupkan malam, membangunkan para istrinya (agar shalat malam –pent), bersungguh-sungguh dalam beribadah lebih dibandingkan pada hari-hari yang lainnya, dan mengencangkan sarungnya (menjauhi istri –pent).”
(HR. Al-Bukhary no. 1920 dan Muslim no. 1174, dan ini adalah lafazh Muslim)
18. Memperbanyak doa dengan mengucapkan:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ.

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau pemaaf dan suka memaafkan, maka ampunilah aku.”
(Lihat: Silsilah Ash-Shahihah no. 3337 –pent)
19. Memperbanyak istighfar di waktu sahur.
20. Jika ada orang yang mencela, hendaknya dia mengatakan: “Saya sedang berpuasa.”
21. Melatih anak-anak untuk berpuasa sejak usia 7 tahun.
22. Melaksanakan ibadah umroh di bulan Ramadhan.

�� Sumber artikel:
Mudzakkirah Fii Ahkamis Shiyam

Alih bahasa: Abu Almass
Rabu, 20 Sya’ban 1435 H

 Bersambung In Sya Allah

Http://forumsalafy.net

