Tampilkan postingan dengan label syaikh robi'. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syaikh robi'. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Juli 2014

KETULUSAN ASY SYAIKH ROBI'

�� KETULUSAN ASY-SYAIKH ROBI’ HAFIZHAHULLAH

Al-Allaamah asy-Syaikh doktor Robi’ bin hadi Al-Madkholy hafizhahullah berkata :

Dan pembahasan ini, kalau kita menghendaki, niscaya akan memakan waktu berhari-hari dan bermalam-malam. Akan tetapi saya nasihatkan kepada kalian wahai ikhwah, apa yang saya tulis tentang Sayid Qutub dan selainnya..

Dan jika kalian mendapati diriku keliru, zhalim dalam suatu perkara, saya siap -demi Allah- untuk menerimanya (sekalipun yang mengkritik) dari pelajar SMA, dan pelajar SMP, saya menerima nasihat darinya.

Sungguh demi Allah, pernah datang kepadaku peringatan -yang manusia mendapatinya- melalui telpon : ”Lihat halaman sekian, lihatlah pada halaman sekian dan sekian! apakah ini perkataan yang benar?” Maka sayapun melihatnya, saya katakan : ”Tidak, ini salah. Jazakallahu khairan.”

Jika engkau dapati sesuatu dari (kekeliruan) ini, kabarkanlah kepadaku wahai anakku. Kita sangat menginginkan al-haq, kita mencari al-haq. Demi Allah wahai anak-anakku, kita tidak memerangi seorangpun, kita tidak menginginkan politik, kita tidak menginginkan kekuasaan.

Kita tidak menginginkan kedudukan. Demi allah, seandainya kita ditawari jabatan, kita tidak akan menerimanya. Kita hanya ingin menjaga agama ini, menjaga manhaj yang shahih, yang bersumber dari Al-Kitab dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kita memerangi khurafat dan kebidahan, khurafat politis dan permainan politis yang menyia-nyiakan pemuda umat ini. Dan menjauhkan mereka dari dasar al-wala wal- baro karena Allah, wali-wali Allah dan hamba-hamba yang shalih, untuk berloyal kepada ahli khurofat dan bid’ah dengan apa-apa yang ada pada rofidhoh.

Sumber Artikel : At-Tahdzir minal Fitan.cet al-Miirats an-Nabawi. Hal 90-91

Alih Bahasa : Ustadz Abu Hafs Umar al Atsary

Sumber : http://forumsalafy.net/?p=4492



FATWA SYAIKH ROBI'

⛅������

 Sekarang di Medan Dakwah  Terdapat Orang-orang Yang Memakai Baju Salafiyah untuk Memerangi Ahlus Sunnah

 Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

Dalam Majelis Ramadhan, pertemuan 1 (1 Ramadhan 1435 H)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

....
Sekarang ini, di tengah medan dakwah, didapati pula orang-orang yang menyembunyikan al-Haq dan mengaburkan antara al-Haq dengan kebatilan, namun dia mengaku sebagai Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Padahal (di balik itu) dia justru memerangi Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang senantiasa berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

�� Kelompok ini sekarang ada, bukan satu kelompok saja, bahkan banyak kelompok. Mereka mengenakan baju Salafiyyah agar bisa mendapatkan kesempatan untuk memerangi Ahlus Sunnah yang senantiasa berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta senantiasa memerangi penyakit berbahaya dan kesesatan tersebut.

��selengkapnya
http://miratsul-anbiya.net/2014/07/10/baju-salafiyyah-perangi-ahlussunnah/

⛅
-----------------------------

ANJURAN MEMBACA KITAB ASY SYAIKH ROBI

〰〰��〰〰〰

������

____________
 ANJURAN UNTUK MEMBACA KITAB ASY SYAIKH RABI' HAFIDZAHULLAH

Asy Syaikh Abdullah bin Utsman Adz Dzamari hafidzahullah

�� Pertanyaan:
"Apa pandangan Anda pada kitab "Minhajul Anbiya Fil Dakwati Ila Allah"  karya Dr. Rabi' bin Hadi Al Madkhali yang padanya ada hikmah dan pemahaman?"

 Jawaban:
"Pertama, selayaknya bagi kita untuk mengetahui bahwa kitab-kitab Syaikh Rabi hafidzahullah adalah kitab yang berharga. Saya tidak mengetahui seorang alim pun yang mencela padanya dalam masalah ini dan kita tidak mengatakan padanya dengan kemaksuman. Setiap orang bisa salah dan benar. Cukup bahwa beliau berjalan di atas metode Salafushalih. Beliau juga semangat dalam menyebarkan dan membela sunah. Demikian juga beliau mentahdzir dari bidah dan ahli bidah.

Kitab-kitab Syaikh Rabi adalah kitab-kitab yang berharga. Kita tidak mengetahui padanya ada sesuatu yang saya maksudkan yang membikin celah dengannya. Kalau disana ada kesalahan, tidaklah kesalahan itu kecuali sesuatu yang termasuk dari kesalahan-kesalahan yang muncul dari mujtahid dari kalangan ulama Ahlu Sunah. Maka saya katakan, 'Kitab-kitab karya Asy Syaikh Rabi' selayaknya untuk dibaca dan disebar dikalangan Salafiyin, Ahlu Sunah Wal Jamaah."

http://www.olamayemen.com/index.php?article_id=11278

Dialihbahasakan oleh:
Abu Abdillah Zaki Ibnu Salman

------------
��WhatsApp Thulab Fiyus

 Audio:

Selasa, 15 Juli 2014

PERINGATAN UNTUK YAHUDI

~~~~~��~~~~~

Peringatan Terhadap Yahudi Akan Kehancurannya
              di Tangan Tentara Nabi Muhammad
             dan Nasihat Kepada Kaum Muslimin

(Fadhilatusy Syaikh Al-’Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah)

��Kepada umat yang dimurkai (Yahudi), yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang mereka:

“Karena itu mereka (Yahudi) mendapat murka di atas kemurkaan (yang mereka dapatkan sebelumnya). Dan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan.” (Al-Baqarah: 90)

Kepada umat yang hina dan rendah, yang telah Allah timpakan kepada mereka kehinaan dan kerendahan buah dari kekufuran mereka serta perbuatan mereka membunuh para nabi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Telah ditimpakan kepada mereka (Yahudi) kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah serta ditimpakan kepada mereka kerendahan. Yang demikian itu (yakni: ditimpa kehinaan, kerendahan, dan kemurkaan dari Allah) karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu (yakni: kekafiran dan pembunuhan atas para nabi) disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.” (Ali ‘Imran: 112)

Inilah sebagian sifat-sifat kalian yang mengharuskan kalian senantiasa berada dalam kehinaan, kerendahan, dan selalu mendapat kemurkaan dari Allah. Kalian tidak akan pernah bisa tegak dalam kebaikan kecuali dengan berpegang pada tali (agama) Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tali (perjanjian) dengan manusia, hingga hari ini dan sampai hari kiamat kelak. Kalian tidak memiliki sandaran sejarah keimanan dan aqidah. Kalian tidak memiliki latar belakang sejarah sifat kejantanan dan keberanian. Kalian hanya berani berperang dari balik tembok, sementara permusuhan (perselisihan) di antara kalian sendiri sangat sengit. Sungguh sifat-sifat keji kalian sangat banyak, di antaranya:

- khianat
- melanggar
- menebar fitnah
- menyalakan api peperangan
- dan berbuat kerusakan di muka bumi.

Setiap kalian menyalakan api peperangan niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala memadamkannya. Sungguh sejarah kalian sangat kelam. Kondisi dan sifat jelek kalian tersebut sudah sangat dikenal oleh segenap umat.

Terhadap umat yang mendapat murka (Yahudi) tersebut,  aku katakan –ini juga dikatakan oleh setiap muslim yang jujur–:

Janganlah kalian sombong!
Janganlah kalian berbuat kejahatan!
Dan janganlah kalian terpesona dengan apa yang telah kalian peroleh berupa kemenangan yang menipu!

Sesungguhnya, demi Allah, kalian tidak akan pernah bisa menang terhadap tentara Nabi Muhammad!
Kalian tidak akan pernah bisa menang terhadap aqidah Nabi Muhammad , aqidah tauhid la ilaha illallah. Kalian tidak akan pernah bisa menang terhadap tentara yang dipimpin oleh Khalid bin Al-Walid, Abu ‘Ubaidah bin Al-Jarrah, Sa’d bin Abi Waqqash, ‘Amr bin Al-’Ash, dan Nu’man bin Muqarrin  yang tertarbiyah (terdidik) di atas aqidah dan manhaj Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, yang mereka (para panglima tersebut) mentarbiyah pasukannya di atas aqidah tersebut, memimpin pasukannya untuk meninggikan kalimatullah. Sungguh kekuatan yang jauh lebih besar dari kekuatan kalian sekarang, seperti tentara Kisra (Persia) dan tentara Kaisar (Romawi), tidak mampu mengalahkan mereka (tentara Nabi Muhammad tersebut).

Kalian tidak akan pernah menang menghadapi pasukan yang demikian kondisinya, demikian kondisi aqidahnya, demikian kondisi manhajnya, dan demikian kondisi tujuannya yaitu dalam rangka meninggikan Kalimatullah.
Kalian hanya akan bisa mengalahkan pasukan yang terdiri dari generasi yang telah menyimpang.

Allah berfirman:

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (Maryam: 59)

Kalian hanya akan bisa mengalahkan pasukan yang mayoritasnya tidak meyakini aqidah Nabi Muhammad dan para sahabatnya, tidak meyakini manhaj Nabi Muhammad dan tentaranya, dan tidak meyakini tujuan yang dulu mereka (Nabi Muhammad dan tentaranya) berjihad karenanya. (Pasukan yang nilainya sekadar) buih itulah yang bisa kalian kalahkan. Disebabkan ketidakberdayaan dan kelemahan pasukan tersebut, negara kalian bisa berdiri. Kalian bisa tampil di muka bumi, dan kalian bisa menebar kerusakan padanya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Kami telah tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab (yang telah Allah turunkan pada mereka) itu: ‘Sesungguhnya kamu pasti akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.’ Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, pasti Kami datangkan kepada kalian hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka akan menguasai kampung-kampung (kalian) tersebut, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian Kami berikan kepada kalian giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantu kalian dengan harta kekayaan dan anak-anak, serta Kami jadikan kalian kelompok yang lebih besar. Jika kalian berbuat baik (berarti) kalian telah berbuat baik untuk diri kalian sendiri, dan jika kalian berbuat jahat, maka (kejahatan) itu untuk diri kalian sendiri. Apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kalian dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuh kalian memasukinya pada kali pertama, dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai’.” (Al-Isra’: 4-7)

Inilah sejarah perjalanan hidup kalian. Demikianlah Allah memperlakukan kalian. Meskipun (kehancuran pertama kalian) tersebut telah berlalu melalui tangan bangsa Majusi, maka bagi kalian akan ada lagi kehancuran yang lebih dahsyat lagi melalui tangan tentara Nabi Muhammad, tentara Islam sebagaimana telah Allah janjikan untuk kalian karena kehinaan dan kerendahan kalian di hadapannya (tentara Islam).

Allah berfirman:

“Jika kalian kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami pun kembali (mengazab kalian). Kami telah menjadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.”
(Al-Isra’: 8)

Sekarang ternyata kalian kembali (melakukan kedurhakaan), maka pasti akan kembali pula kepada kalian azab Allah yang sangat keras. (Dia Allah adalah) Dzat yang tidak akan pernah mengingkari janji. Melalui tangan tentara Nabi Muhammad, bukan tentara yang telah menjadi kaki tangan kalian atau kaki tangan Barat dan Nashara, serta kaki tangan harta duniawi. Jangan kalian sombong dan jangan tertipu. Demi Allah, kalian tidak akan pernah menang terhadap Islam. Kalian tidak akan pernah menang terhadap tentara Nabi Muhammad, serta kalian tidak akan pernah menang terhadap tentara Al-Faruq (’Umar bin Al-Khaththab), tentara Khalid (bin Al-Walid), serta saudara-saudaranya dari kalangan tentara-tentara Allah dan tentara-tentara Islam.

Kepada seluruh kaum muslimin secara umum

Baik pemerintah maupun rakyat, kelompok-kelompok maupun partai-partai, ulama maupun cendekiawan: Sampai kapan kalian cenderung mengutamakan kehidupan (dunia) yang hina ini?
Sampai kapan kalian hidup layaknya buih? Sampai kapan?! Sampai kapan?! Sampai kapan?! Mana orang-orang yang berakal jernih di tengah-tengah kalian?! Mana para ulama kalian?!  Mana para cendekiawan kalian?! Mana para panglima perang kalian?!
Kalian telah mendirikan ribuan sekolah dan universitas, mana hasilnya?

��Demi Allah, kalau seandainya ada sepuluh sekolah dan universitas yang tegak di atas manhaj nubuwwah, baik dalam aqidah, akhlak, maupun penerapan syariat yang bijaksana, niscaya dunia akan terang dengan cahaya iman dan tauhid.
Akan sirnalah kegelapan kebodohan, kesyirikan, dan kebid’ahan, dan musuh tidak akan bisa menguasai (menjajah) kalian seperti ini.

�� Kalau ada sebagian universitas yang tegak di atas manhaj yang benar, maka menyusuplah orang-orang yang tidak suka dengan manhaj (yang haq) tersebut, kemudian merusak perjalanannya serta merusak para akademisi dan lulusannya. Hanya kepada Allah sajalah tempat kita mengadu.

Tidakkah kenyataan pahit ini mendorong kalian untuk meninjau kembali kurikulum-kurikulum di sekolah-sekolah dan universitas-universitas kalian, serta metode pendidikan kalian? Tidakkah sudah tiba masanya untuk memikirkan baik-baik dalam rangka melakukan perbaikan terhadap sistem tersebut? Menggantinya  secara total, memberlakukan kurikulum Islamiah yang benar yang bersumber dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya  serta manhaj as-salafush shalih.

�� Demi Allah, tidak akan baik kondisi generasi akhir umat ini kecuali dengan apa yang telah membuat baik kondisi generasi awal umat ini.

Gantilah kurikulum-kurikulum tersebut yang tidak menghasilkan kecuali buih. Berlakukanlah manhaj rabbani, yang tidak ada kebaikan, kesuksesan, maupun keselamatan baik di dunia maupun di akhirat kecuali dengannya. Jika kalian memang benar-benar menginginkan untuk diri kalian dan untuk umat kalian kesuksesan, kebaikan, dan kemenangan terhadap musuh-musuhnya, terutama (kemenangan) terhadap suatu kaum yang telah Allah timmpakan kepada mereka kehinaan dan kerendahan (yaitu kaum Yahudi).

Kepada pemerintah muslimin secara khusus

Sungguh di atas pundak kalian terdapat tanggung jawab yang sangat besar:

Tanggung Jawab Pertama

Kewajiban kalian untuk senantiasa berpegang pada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, dan sirah para Al-Khulafa’ur Rasyidin baik dalam aqidah, ibadah, maupun politik kalian, serta dalam mengemban tanggung jawab rakyat dan pendidikan mereka.

Kewajiban dari Allah atas kalian –secara pasti– adalah:

��- Kalian enyahkan segala undang-undang (buatan manusia) yang membuat mundur dan terbelakangnya umat (dalam hal keimanan dan aqidah mereka).

��- Hendaknya kalian melakukan kebijakan dalam mengatur umat (rakyat) kalian dalam segala urusan kehidupan mereka, baik kehidupan keagamaan maupun kehidupan dunia mereka, berdasarkan aturan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, serta bimbingan para Al-Khulafa’ur Rasyidin.

Karena sesungguhnya kalian hanyalah hamba-hamba Allah, yang di atas bumi-Nya kalian hidup, dari rezeki-Nya lah kalian makan, minum, dan berpakaian, maka sudah merupakan hak Allah atas kalian adalah kalian beribadah hanya kepada-Nya, bersyukur kepada-Nya, serta kalian merasa mulia dengan agama dan syariat-Nya. Maka berpegangteguhlah kepadanya dan perintahkan rakyat kalian agar juga berpegang teguh kepadanya. Kondisi keagamaan rakyat sangat bergantung dengan kondisi para pemimpin mereka. Sesungguhnya Allah akan mencabut (kezaliman atau kerusakan) melalui tangan sulthan (penguasa) yang tidak bisa dicabut melalui (nasihat-nasihat) Al-Qur’an, sebagaimana ditegaskan oleh Khalifah Ar-Rasyid ‘Utsman (bin ‘Affan).

 Tanggung Jawab Kedua,

Hendaknya kalian membentuk sebuah pasukan yang Islami yang terdidik di atas bimbingan Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta terdidik di atas fondasi tentara Islam, dalam rangka mewujudkan berbagai tujuan dan target tentara Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam. Sungguh, wajib atas kalian untuk mendidik (tentara tersebut) di atas bimbingan aqidah dan manhaj Nabi Muhammad, serta aqidah dan manhaj Al-Faruq (’Umar bin Al-Khaththab), Khalid (bin Al-Walid), serta mendidik (tentara tersebut) di atas tujuan yang telah digariskan oleh Allah  untuk Muhammad dan para sahabatnya, agar mereka menjadi junudullah (tentara Allah) sejati. Maka jika kondisi mereka seperti itu, sungguh mereka (junudullah tersebut) tidak akan pernah terkalahkan.

Allah berfirman:
“Sesungguhnya tentara Kami-lah yang pasti menang.”
(Ash-Shaffat: 173)

Bukan di atas tujuan-tujuan duniawi dan syiar-syiar jahiliah, baik syiar nasionalisme, syiar kebangsaan, syiar kedaerahan, ataupun syiar-syiar lain yang lebih jelek dari itu semua. Sungguh telah cukup (sebagai pelajaran) bagi kalian dan rakyat kalian, apa yang selama ini menimpa kalian dan rakyat kalian, yaitu pelecehan oleh umat yang paling rendah dan paling hina (yaitu Yahudi), serta tantangan mereka terhadap kalian, kesombongannya, ketakaburannya, dan sikap ekstrem mereka terhadap kalian.

��Demi Allah, tidak akan bisa menghilangkan berbagai kejahatan dan kesombongan (Yahudi) tersebut kecuali dengan cara berpegang teguh kepada Islam, serta mentarbiyah rakyat dan tentara kalian di atas prinsip-prinsip (aqidah) dan ideologi Islam, serta menghilangkan segala bentuk syiar, pemikiran, dan ideologi yang mengantarkan umat kepada kenyataan yang sangat pahit ini.

 Kepada rakyat Palestina secara khusus

Wajib atas rakyat Palestina untuk mengetahui bahwa:

��Negeri Palestina tidaklah dimerdekakan kecuali dengan Islam, di bawah kepemimpinan Faruqul Islam (’Umar bin Al-Khaththab) dan bala tentaranya yang Al-Islamiyyah Al-Faruqiyyah.

��Tidak mungkin pula negeri Palestina dibebaskan dari kenajisan Yahudi kecuali dengan Islam yang benar, yang dengannya negeri Palestina telah berhasil direbut melalui kepemimpinan Al-Faruq (’Umar bin Al-Khaththab). Sungguh kalian telah berupaya membela diri dengan sekuat tenaga. Saya tidak mengetahui suatu bangsa yang bisa bersabar seperti kesabaran kalian, namun sayang banyak di antara kalian yang tidak beraqidah dengan aqidahnya Al-Faruq (’Umar bin Al-Khaththab) dan tidak bermanhaj dengan manhajnya.

Kalau seandainya jihad kalian ditegakkan di atas aqidah dan manhaj tersebut, niscaya berbagai problem kalian akan teratasi, dan niscaya kalian akan meraih kemenangan dan kesuksesan.

��Maka wajib atas kalian menegakkan aqidah, manhaj, dan jihad kalian di atas bimbingan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, wajib pula atas kalian semuanya untuk berpegang teguh pada tali (agama) Allah dan tidak berpecah-belah.

Terapkanlah ini semua dengan penuh keseriusan dan keikhlasan baik di masjid-masjid kalian, sekolah-sekolah kalian, maupun di universitas-universitas kalian.

��Jujurlah kepada Allah dalam semua itu Insya Allah demi terwujudnya kemenangan yang gemilang terhadap bangsa (Yahudi), saudara-saudara kera dan babi.

Sesungguhnya bagi kaum muslimin penduduk Syam ada janji yang pasti melalui lisan (Rasulullah) sang Ash-Shadiqul Mashduq (yang jujur dan dibenarkan), yaitu janji kemenangan atas kaum Yahudi dan Nashara. Maka bangkitlah kalian dengan penuh kesungguhan menyongsong terwujudnya janji tersebut. Tanpa itu pasti kalian tidak akan memperoleh kecuali kegagalan dan kerugian.

Sungguh, demi Allah, tidak bermanfaat bagi kalian ikut campurnya Amerika Serikat, PBB, serta tidak memberi manfaat kepada kalian semangat nasionalisme ataupun semangat kebangsaan yang sangat dibenci (oleh Allah).

Maka bersegeralah, bersegeralah merealisasikan sebab-sebab terwujudnya kemenangan yang hakiki dan pasti. Sungguh telah cukup bagi kalian (sebagai pelajaran) berbagai pengalaman yang sangat banyak, yang semuanya tidak bermanfaat dan tidak akan bermanfaat untuk kalian sedikitpun (selain merealisasikan sebab-sebab kemenangan yang hakiki dan pasti). Janganlah kalian menjadi seperti kondisi yang diungkapkan dalam syair:

كَالْعَيْسِ فِي الْبَيْدَاءِ يَقْتُلُهُ الظَّمَأُ

وَالْمَاءُ فَوْقَ ظُهُورِهَا مَحْمُولُ

Seperti unta yang berjalan di gurun, ia terbunuh (mati) oleh dahaga

Padahal air senantiasa terbawa di atas punggungnya

✅Ya Allah, wujudkan untuk umat ini dalam perkara yang benar, yang dengannya para wali-Mu menjadi mulia dan musuh-musuh-Mu menjadi hina. Ya Allah, tinggikanlah kalimat-Mu, muliakanlah agama-Mu, dan muliakanlah dengannya kaum muslimin, bimbinglah mereka kepada-Mu dan kepada agama-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar (mengabulkan) doa.

Diterjemahkan dari www.sahab.net

Sumber :asysyariah.com
http://forumsalafy.net/?p=4590

~~~~~��~~~~~

Senin, 14 Juli 2014

ORANG YANG MENTAHDZIR TULISAN SYAIKH ROBI' ADALAH ORANG BERPENYAKIT

�� ORANG YANG MENTAHDZIR TULISAN-TULISAN ASY-SYAIKH RABI’ ADALAH ORANG YANG BERPENYAKIT

��Asy-Syaikh Zaid bin Muhammad Al-Madkhaly rahimahullah

Pertanyaan: Sebagian dai ada yang mengatakan bahwasanya dia menasehati para penuntut ilmu agar tidak membaca kitab-kitab Asy-Syaikh Rabi’, karena padanya terdapat sikap yang terlalu keras. Maka apakah ucapannya ini benar? Berikanlah faedah kepada kami, semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.

Jawaban: Kitab-kitab Asy-Syaikh Rabi’ adalah kitab-kitab yang menjelaskan As-Sunnah, memperbaiki akidah, memerangi bid’ah, mengajak manusia kepada akhlak mulia dan meluruskan akidah dan manhaj mereka. Inilah yang dikenal dari kitab-kitab Asy-Syaikh Rabi’. Jadi orang yang mentahdzir kitab-kitab beliau berarti di dalam hatinya terdapat penyakit, yaitu penyakit bid’ah dan syubhat. Maka hendaklah dia bertaubat, karena tindakannya itu merupakan sebab turunnya hukuman. Kita berlindung kepada Allah darinya.

Sumber audio dan transkripnya:
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=114274

Alih bahasa: Abu Almass
Ahad, 15 Ramadhan 1435 H

�� Sumber : http://forumsalafy.net/?p=4603

����������������

FATWA SYAIKH ROBI' TENTANG PALESTINA

-----------------
 PALESTINA TIDAK BISA DIMERDEKAKAN KECUALI DENGAN CARA AL-FARUQ MEMERDEKAKANNYA

 asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

----------------------------

.....
 Tidak ada solusi atas berbagai kerendahan dan kehinaan ini kecuali dengan cara kembali kepada Islam yang benar berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya Shallahu ‘alaihi wa Sallam.

Kalian tahu bahwa umat ini telah terpecah belah tercerai berai dan jelek, wal ‘iyyadzu billah(mohon perlindungan kepada Allah).

Hawa nafsu telah mencabik-cabik umat, maka turunlah hukuman yang pantas buat mereka, berupa berkuasanya musuh-musuh Allah atas mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Apa saja musibah yang menimpa kalian maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan kalian).” [Asy-Syura : 30]

�� Dulu, pada sebagian tulisanku tentang nasehatku terhadap rakyat Palestina –sebagaimana telah kalian ketahui- bahwa : Demi Allah negeri Palestina tidak akan bisa dimerdekakan kecuali dengan apa negeri tersebut berhasil direbut (pertama kali), yaitu direbut dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah. Kini negeri tersebut tidak akan kembali (ke pangkuan muslimin) kecuali apabila penduduknya berpegang teguh kepada Al-Kitab dan As-Sunnah.“

 Namun sekarang, orang-orang yang berjihad atau berperang di Palestina tidak mencari kemuliaan dari

Kitabullah,

dari Sunnah Rasul-Nya,

tidak pula dari Islam.

 
Justru mereka mencari dari Barat atau Timur,

 dari orang-orang Nashara,

 dari para Syi’ah Rafidhah,

dan lainnya.

⛔ Mereka berjalan di atas manhaj yang jauh dari Islam

 Maka jihad mereka dilakukan dengan cara selain Islam!!

 
✅ Sungguh para ‘ulama telah menasehati mereka

agar mereka mau kembali kepada Kitabullah

dan sunnah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam

serta mendidik diri mereka dan anak-anak mereka di atas bimbingan Kitabullah dan di atas bimbingan Sunnah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam

 
�� Selengkapnya
http://miratsul-anbiya.net/2014/07/13/palestina-tidak-bisa-dimerdekakan-kecuali-dengan-cara-al-faruq-memerdekakannya/

��������
---------------------------