Kamis, 19 Juni 2014

SYARAT PUASA

 ����
MENGINGAT KEMBALI HUKUM-HUKUM PUASA

 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushaby hafizhahullah

BAB KE-2
SYARAT-SYARAT PUASA

Syarat-syarat puasa Ramadhan ada 7 dan terbagi menjadi 2 macam:
Pertama: Syarat keabsahannya:
1. Islam.
2. Berakal.
3. Berniat pada waktu malam dan dilakukan setiap hari. Waktunya sejak awal waktunya, yaitu ketika selesainya orang makan sahur.
Dari Hafshah Ummul Mu’minin radhiyallahu anha dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ، فَلَا صِيَامَ لَهُ.

“Barangsiapa tidak meniatkan puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya (tidak sah puasanya –pent).”
Diriwayatkan oleh Ahmad (VI/284), Abu Dawud no. 2454, At-Tirmidzy no. 730, An-Nasa’iy (IV/196), Ibnu Majah no. 1700, Ibnu Khuzaimah no. 1933, Ibnu Hibban dalam Al-Majruhin (II/46) dan Ad-Daruquthny (II/172).
Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah mengomentarinya pada catatan kaki terhadap kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar hal. 404 no. 626 dengan mengatakan: “Hadits ini menunjukkan bahwa perintah menghadirkan niat adalah di awal waktunya, yaitu ketika orang yang akan berpuasa selesai dari makan sahur.”
4. Bagi wanita, ditambah dengan bebasnya dia dari haidh dan nifas.

Kedua: Syarat terkena kewajiban untuk melakukannya:
5. Mampu.
6. Tidak sedang safar atau bepergian.
7. Baligh.

�� Sumber artikel:
Mudzakkirah Fii Ahkamis Shiyam

Alih bahasa: Abu Almass
Selasa, 19 Sya’ban 1435 H

http://forumsalafy.net

����

PUASA

  
MENGINGAT KEMBALI HUKUM-HUKUM PUASA

 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushaby hafizhahullah

BAB KE-1
RUKUN-RUKUN PUASA

Rukun puasa ada 4:
1.Orang yang berpuasa, yaitu seorang muslim dan muslimah.
2.Hal-hal yang seseorang berpuasa darinya, yaitu hal-hal yang membatalkannya.
3.Waktu berpuasa, yaitu sejak fajar shadiq hingga terbenamnya matahari.
4.Yang menjadi tujuan puasa, yaitu Allah dan ini merupakan niat.

 Sumber artikel:
Mudzakkirah Fii Ahkamis Shiyam

Alih bahasa: Abu Almass
Selasa, 19 Sya’ban 1435 H

 Bersambung (In Sya Allah)

http://forumsalafy.net



Jumat, 23 Mei 2014

MUTIARA SALAF

Berkata Al Imam Al Bukhori-ﷲ رﺣﻤﻪ - -----------------------Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sinan berkata, telah menceritakan kepada kami Fulaih. Dan telah diriwayatkan pula hadits serupa dari jalan lain, yaitu Telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Al Mundzir berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fulaih berkata, telah menceritakan kepadaku bapakku berkata, telah menceritakan kepadaku Hilal bin Ali dari Atho' bin Yasar dari Abu Hurairah berkata: Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berada dalam suatu majelis membicarakan suatu kaum, tiba-tiba datanglah seorang Arab Badui lalu bertanya: "Kapan datangnya hari kiamat?" Namun Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tetap melanjutkan pembicaraannya. Sementara itu sebagian kaum ada yang berkata; "beliau mendengar perkataannya akan tetapi beliau tidak menyukai apa yang dikatakannya itu, " dan ada pula sebagian yang mengatakan; "bahwa beliau tidak mendengar perkataannya." Hingga akhirnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyelesaikan pembicaraannya, seraya berkata: "Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?" Orang itu berkata: "saya wahai Rasulullah!". ↩ Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila sudah hilang amanah maka tunggulah terjadinya kiamat". ↪ Orang itu bertanya: "Bagaimana hilangnya amanat itu?" ↩ Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka akan tunggulah terjadinya kiamat". WA Dhiyaut Tauhid

Senin, 24 Maret 2014

PENTINGNYA ILMU SYAR'I

ANJURAN MENUNTUT ILMU
Menuntut Ilmu adalah kewajiban atas hamba-hambanya yang beriman,yang telah mengikrarkan dirinya dengan persaksian terhadap ke-Esa an Allah تعالى.  
Dalil tentang wajibnya Menuntut Ilmu sangatlah banyak...
diantaranya Allah Ta'ala melarang kita untuk berbicara dan bertindak tanpa ilmu,Allah Ta'ala berfirman 
"ولا تقف ما ليس لك  به علم إن السمع والبصر والفؤاد كل أولئك كان عنه مسؤلا"( Surat Al Isra: 36)
Artinya :" Janganlah kamu berbicara terhadap apa yang tidak ada padamu ilmunya, sesungguhnya Pendengaran,Penglihatan dan hati akan dimintai pertanggung jawabannya ".
Disini, Allah Ta'ala akan bertanya tentang perkataan dan perbuatan kita, Maka hendaknya seseorang menimbang apa saja yang akan dia lakukan,apakah dia bertindak dengan ilmu ataukah tidak?
Allah Ta'ala berfirman : " مايلفظ من قول إلا لدينا رقيب عتيد " ( Surat Qof : 18 )
Artinya : " Tidaklah anak adam berbicara kecuali ada malaikat yang senantiasa mencatat dan mengawasinya"
Bersambung...

Sabtu, 22 Maret 2014

PENTINGNYA ILMU SYAR'I

ANJURAN MENUNTUT ILMU SYAR'I
Allah سبحانه وتعالى memerintahkan hamba-hambanya untuk bertanya terhadap perkara agama mereka kepada Ahlu Dzikri jika dia tidak mengetahuinya..Allah berfirman :" فاسألوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون ". Artinya " Bertanyalah kalian sama ahludz dzikri jika kalian tidak mengetahuinya". ( surat An nahl )
Berkata Mujahid -رحمه الله- :" Ahludz dzikri adalah ahlu kitab". Berkata Ibnu Zaid -رحمه الله- :" Adz Dzikri adalah Al Qur 'an".
Lihatlah, Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kita untuk bertanya kepada Orang-orang yang memiliki ilmu agama Allah yaitu Ahlu kitab pada zaman dahulu sebelum adanya penyimpangan yg dilakukan oleh pemuka agama mereka,adapun sekarang adalah Ahlu qur'an..Yang lebih memahami agama Allah adalah Al Ulama(orang-orang yang berilmu)..karena mereja adalah orang yang paling takut dengan Allah سبحانه وتعالى . Allah سبحانه وتعالى berfirman :" إنما يخشى الله من عباده العلماء". Artinya :" Hanyalah orang-orang yang takut Allah adalah Para Ulama".(Surat Al Fathir)
Bersambung...

PENTINGNYA ILMU SYAR'I

ILMU SYAR'I ADALAH ILMU AL QUR'AN DAN AS SUNNAH