Tampilkan postingan dengan label syar'i. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syar'i. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Juli 2014

MENDAHULUKAN BELAJAR ILMU SYAR'I

��MENDAHULUKAN BELAJAR ILMU SYAR’I

 Pertanyaan:  Apakah dalam belajar kita hanya mencukupkan diri dengan mempelajari ilmu syar’i (ilmu agama), tidak belajar ilmu dunia?

✏ Asy-Syaikhul Muhaddits Muqbil  bin Hadi  Al-Wadi’i menjawab:

“Ilmu yang wajib untuk kita pelajari dan kita dahulukan adalah ilmu syar’i. Ilmu inilah yang Allah l wajibkan atas anda. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.”

Bila anda ingin mengerjakan shalat sebagaimana shalat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka pelajari ilmunya sebelum anda mempelajari kimia, fisika, dan selainnya. Bila ingin berhaji, anda harus mengetahui bagaimana manasik haji yang ditunaikan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Demikian pula dalam masalah akidah dan pembayaran zakat. Bila ingin melakukan transaksi jual beli, semestinya anda pelajari hukum jual beli sebelum anda mempelajari kimia, fisika dan selainnya. Setelah anda pelajari perkara yang memberikan manfaat kepada anda dan anda mengenal akidah yang benar, tidak apa-apa bagi anda mempelajari ilmu yang mubah yang anda inginkan.

Akan tetapi bila anda diberi taufiq, dikokohkan oleh Allah l dan dijadikan anda cinta terhadap ilmu yang bermanfaat, ilmu Al-Qur`an dan As-Sunnah, maka teruslah mempelajarinya, karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Siapa yang Allah inginkan kebaikan baginya maka Allah faqihkan (pahamkan) dia dalam agama.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Berpalinglah engkau dari orang yang enggan berzikir kepada Kami dan ia tidak menginginkan kecuali kehidupan dunia. Yang demikian itu merupakan kadar ilmu yang mereka capai.” (An-Najm: 29-30)

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia sementara mereka lalai dari akhirat.” (Ar-Rum: 7)

Bila seseorang telah mempelajari ilmu yang wajib baginya, kemudian setelah itu ia ingin belajar kedokteran, teknik, atau ilmu lainnya maka tidak mengapa. Kita sedikitpun tidak mengharamkan atas manusia apa yang Allah  Subhanahu wa Ta’ala halalkan untuk mereka. Akan tetapi sepantasnya ia mengetahui bahwa kaum muslimin lebih butuh kepada orang yang dapat mengajari mereka agama yang murni sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka lebih butuh kepada orang yang alim tentang agama ini daripada kebutuhan mereka terhadap ahli teknik, dokter, pilot, dan sebagainya. Dengan keberadaan ulama, kaum muslimin diajari tentang syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala, tentang apa yang sepantasnya dilakukan oleh seorang dokter, dan seterusnya. Sebaliknya jika tidak ada yang mengajarkan kebenaran (agama) kepada kaum muslimin, mereka tidak dapat membedakan mana orang yang alim dan mana ahli nujum. Mereka tidak tahu apa yang sepantasnya dilakukan oleh ahli teknik. Mereka tidak dapat membedakan antara komunis dengan seorang muslim. Dengan demikian, wahai saudaraku, rakyat yang bodoh ini butuh kepada ulama untuk menerangkan syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada mereka dan mengajari mereka kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam.”

�� Ijabatus Sa`il ‘ala Ahammil Masa`il, hal. 300-301

 Sumber: http://forumsalafy.net/?p=4660



Senin, 24 Maret 2014

PENTINGNYA ILMU SYAR'I

ANJURAN MENUNTUT ILMU
Menuntut Ilmu adalah kewajiban atas hamba-hambanya yang beriman,yang telah mengikrarkan dirinya dengan persaksian terhadap ke-Esa an Allah تعالى.  
Dalil tentang wajibnya Menuntut Ilmu sangatlah banyak...
diantaranya Allah Ta'ala melarang kita untuk berbicara dan bertindak tanpa ilmu,Allah Ta'ala berfirman 
"ولا تقف ما ليس لك  به علم إن السمع والبصر والفؤاد كل أولئك كان عنه مسؤلا"( Surat Al Isra: 36)
Artinya :" Janganlah kamu berbicara terhadap apa yang tidak ada padamu ilmunya, sesungguhnya Pendengaran,Penglihatan dan hati akan dimintai pertanggung jawabannya ".
Disini, Allah Ta'ala akan bertanya tentang perkataan dan perbuatan kita, Maka hendaknya seseorang menimbang apa saja yang akan dia lakukan,apakah dia bertindak dengan ilmu ataukah tidak?
Allah Ta'ala berfirman : " مايلفظ من قول إلا لدينا رقيب عتيد " ( Surat Qof : 18 )
Artinya : " Tidaklah anak adam berbicara kecuali ada malaikat yang senantiasa mencatat dan mengawasinya"
Bersambung...

Sabtu, 22 Maret 2014

PENTINGNYA ILMU SYAR'I

ANJURAN MENUNTUT ILMU SYAR'I
Allah سبحانه وتعالى memerintahkan hamba-hambanya untuk bertanya terhadap perkara agama mereka kepada Ahlu Dzikri jika dia tidak mengetahuinya..Allah berfirman :" فاسألوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون ". Artinya " Bertanyalah kalian sama ahludz dzikri jika kalian tidak mengetahuinya". ( surat An nahl )
Berkata Mujahid -رحمه الله- :" Ahludz dzikri adalah ahlu kitab". Berkata Ibnu Zaid -رحمه الله- :" Adz Dzikri adalah Al Qur 'an".
Lihatlah, Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kita untuk bertanya kepada Orang-orang yang memiliki ilmu agama Allah yaitu Ahlu kitab pada zaman dahulu sebelum adanya penyimpangan yg dilakukan oleh pemuka agama mereka,adapun sekarang adalah Ahlu qur'an..Yang lebih memahami agama Allah adalah Al Ulama(orang-orang yang berilmu)..karena mereja adalah orang yang paling takut dengan Allah سبحانه وتعالى . Allah سبحانه وتعالى berfirman :" إنما يخشى الله من عباده العلماء". Artinya :" Hanyalah orang-orang yang takut Allah adalah Para Ulama".(Surat Al Fathir)
Bersambung...

PENTINGNYA ILMU SYAR'I

ILMU SYAR'I ADALAH ILMU AL QUR'AN DAN AS SUNNAH