Tampilkan postingan dengan label ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ulama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Oktober 2018

ORANG YANG PALING BUTUH ILMU


🌐🌐🌐🌐🌐🌐🌐🌐🌐🌐🌐🌐
SILSILAH SALAF

🌾 AL ILMU DAN ULAMA (Bag.8) 🌾

💎 Sufyan bin Uyainah berkata ke shahabatnya :

❔ Tahukah kalian siapakah orang yang paling bersemangat terhadap ilmu ?

✔️ Mereka diam.

🔵 Kemudian beliau berkata : Yang Paling berilmu diantara mereka.

📚 Tarikh Abi Zur'ah Ad Dimasyqi 1497

✍🏻 Admin Meniti Jejak Salaf

https://t.me/menitijejaksalaf

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

🌾 العلم والعلماء [ ٨ ] 🌾

💎 قال سفيان بن عيينة لأصحابه :

❔ أتدرون أي الناس أحرص على العلم ؟

✔️ فسكتوا

🔵 فقال : أعلمهم

📚 تاريخ أبي زرعة الدمشقي ١٤٩٦

المصدر : alathar@

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

Kamis, 25 Oktober 2018

LEZATNYA BERTEMU ULAMA

🌏🌏🌏🌏🌏🌏🌏🌏🌏🌏
SILSILAH SALAF

🔷 AL ILMU DAN ULAMA (Bag.7) 🔷

Al Hafidz Syu'bah rahimahullah berkata :

▶ Tidak ada yang lebih lezat daripada engkau berjumpa dengan seorang Syaikh yang telah bertemu sekian manusia dalam keadaan engkau sangat bersemangat dengannya agar bisa memberikan ilmu dimana engkau bersendirian dengannya.

⌛ [ Al Ju'diyat 34 ]

✍ Admin Meniti Jejak Salaf
https://t.me/menitijejaksalaf

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

العلم والعلماء [ ٧ ]

قال الحافظ شعبة :

وأي شي ألذ من أن تلقى شيخاً قد لقي الناس وأنت تستثيره
وتستخرج منه العلم
قد خلوت به..

[ الجعديات ٣٤ ]

المصدر : @alathar

Sabtu, 20 Oktober 2018

ULAMA TERBAGI MENJADI TIGA

🌐🌐🌐🌐🌐🌐🌐🌐🌐🌐🌐
✍ Silsilah salaf

🌾 AL ILMU DAN ULAMA (Bag.6) 🌾

💎 Al Imam Sufyan Ats Tsauri rahimahullah berkata :

⭐️ Al Ulama ada 3 :

1⃣  Seorang Ulama yang berilmu dengan Allah Azza Wa Jalla, dan berilmu dengan perintah-Nya maka dia seorang Ulama yang sempurna

2⃣ Seorang Ulama yang Berilmu dengan Allah dan tidak berilmu dengan perintah Allah Azza Wa Jalla

3⃣ Seorang Ulama yang Berilmu dengan perintah Allah Azza Wa Jalla dan tidak berilmu  dengan Allah maka dia seorang Ulama yang Fajir.

🔰 Dan Sufyan berkata :

💬 Telah dikatakan :

" Takutlah fitnah seorang ahli ibadah yang jahil dan seorang ulama yang Fajir, karena fitnah keduanya adalah fitnah bagi setiap  (orang yang mudah) terfitnah."

📘📘 [ Taqoddamah Al jarh wat Ta'dil Libni Abi Hatim ]

✍🏼 Admin Meniti Jejak Salaf

https://t.me/menitijejaksalaf

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

🌾 العلم والعلماء [ ٦ ]🌾

💎 قال الإمام سُفيان الثوري :

⭐️ العلماء ثلاثة :

1⃣  عالم بالله عز وجل عالم بأمره فذلك العالم الكامل

2⃣ وعالم بالله ليس بعالم بأمر الله عز وجل

3⃣ وعالم بأمر الله ليس بعالم بالله عز وجل فذلك العالم الفاجر.

🔰 و قال سُفيان:
كان يقال إتقوا فتنة العابد الجاهل والعالم الفاجر فإِن فتنتهما فتنة لكل مفتون.

📘📘 [ تقدمة الجرح والتعديل لابن أبي حاتم ]

المصدر : @alathar

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

Rabu, 23 Juli 2014

MENUKILUCAPAN ULAMA BUKANLAH MEMPOSISIKAN SEBAGAI ULAMA JARH

 MENUKIL PERKATAAN ULAMA DALAM MENTAHDZIR SESEORANG BUKAN BERARTI MEMPOSISIKAN DIRI SEBAGAI AHLI JARH WA TA’DIL

✒ Asy-Syaikh Ahmad Bazmul hafizhahullah

Permasalahan terakhir yang ingin saya sampaikan adalah perhatian serius terhadap ilmu, belajar, dan merujuk kepada para ulama. Dan seorang penuntut ilmu pemula atau yang tidak punya kapasitas untuk masuk di dalam perkara jarh wa ta’dil maka dia tidak boleh terburu-buru tampil untuk mengurusi masalah jarh wa ta’dil. Dia tidak boleh memvonis seseorang sebagai mubtadi’ atau orang sesat, karena ini adalah perkara yang merupakan hak para ulama dan para penuntut ilmu yang memiliki kemampuan.

Baik, (kalau ada yang bertanya –pent): “Terus saya pribadi bagaimana sikap saya?! Apakah saya boleh diam dan tidak menjarh Al-Ma’riby (Abul Hasan –pent), apakah saya tidak boleh menjarh si fulan?!” Kita katakan: beda masalahnya, jika para ulama telah menjarh seseorang, maka jarhlah dia dengan menukil perkataan para ulama! Misalnya Al-Ma’riby ini dia telah dicela oleh Zaid (bin Muhammad) Al-Madkhaly, Asy-Syaikh (Ahmad) An-Najmy, Asy-Syaikh Rabi’, Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhary, dan Asy-Syaikh Muhammad bin Hady.

Jadi saya sekedar menukilnya. Tetapi jangan sampai engkau berdebat karena engkau hanyalah seorang penuntut ilmu! Cukup jelaskanlah kepada orang perkataan para ulama! Kalau perkataan ulama saja tidak dia terima, terlebih lagi dia tidak akan menerima ucapanmu.

Yang berbahaya di sini adalah jika engkau seorang penuntut ilmu yang tidak memiliki hujjah, sementara lawan bicaramu datang kepadamu dengan membawa dalil-dalil sehingga dia mengkaburkan permasalahannya kepadamu. Maka mana sikap adil, inshaf, takwa, dan rasa takut terhadap Allah?!

Jadi dia akan menggoncang dirimu dan menggoncang kekokohanmu sehingga engkau akan menjadi bingung. Jelas?! Jadi jangan sekali-kali masuk ke dalam perdebatan. Dan posisi ini yaitu peringatan para ulama terhadap para pemuda Salafiyun agar mereka tidak berbicara tentang jarh wa ta’dil, bukan maksudnya para ulama tersebut memperingatkan para pemuda agar jangan menukil perkataan para ulama tentang orang-orang yang dijarh.

Sebagian mereka (hizbiyun atau yang meniru mereka –pent) mengingkari para pemuda Salafiyun yang menukil perkataan Asy-Syaikh Rabi’ atau Asy-Syaikh An-Najmy atau fulan atau fulan tentang Al-Ma’riby, Al-Halaby, dan fulan, fulan. Dia mengatakan: “Para ulama memperingatkan dari tindakan semacam ini.” Tidak, para ulama itu mereka tidak memperingatkan agar jangan menukil kebenaran, dan mereka juga tidak memperingatkan agar jangan mentahdzir kebathilan. Tetapi mereka memperingatkan engkau wahai penuntut ilmu pemula dan siapa saja yang belum memiliki kemampuan yang mapan, agar engkau jangan berbicara tentang jarh wa ta’dil sebelum engkau memiliki keilmuan yang kokoh dan jangan sampai engkau lancang mendahului para ulama. Jelas?! Mengetahui perbedaan dua hal ini merupakan perkara yang penting.

 Sumber audio:
www.youtube.com/watch?v=ExH_-kunKz8

✏ Alih bahasa: Abu Almass
Selasa, 24 Ramadhan 1435 H

Sumber: http://forumsalafy.net/?p=4856

������������������������

Rabu, 16 Juli 2014

APAKAH MEMBANTAH HANYA HAK ULAMA

APAKAH MEMBANTAH AHLI BID’AH ADALAH HAK PARA ULAMA SAJA

✏ Asy-Syaikh Ahmad Bazmul hafizhahullah

✅ Pertanyaan: Membantah ahli bid’ah apakah termasuk kekhususan para ulama atau semua orang memiliki hak untuk membantah ahli bid’ah?

Jawaban:

Sesungguhnya termasuk yang sepantasnya untuk diketahui adalah bahwasanya para ulama dahulu mereka tidak menyibukkan diri untuk membantah ahli bid’ah, karena mereka mencukupkan dengan cara menghajr (menjauhi dan meninggalkan) mereka serta tidak bergaul dengan mereka dengan tujuan memadamkan kejahatan mereka dan bid’ah mereka serta agar tidak menyebar.

Hanya saja ketika manusia mulai bergaul dengan ahli bid’ah, maka tersebarlah berbagai bid’ah di tengah-tengah kaum Muslimin yang awam, sehingga bangkitlah para ulama untuk membantah bid’ah dan menghancurkannya dalam rangka menjaga agama dan melindungi akal kaum Muslimin dari berbagai syubhat (kerancuan pemahaman) dan kebathilan bid’ah.

Masalah-masalah bid’ah dan hal-hal yang berkaitan dengannya membutuhkan ilmu, perhatian, dan pemahaman agama yang mendalam. Oleh karena itulah tidak menyibukkan diri untuk membantah ahli bid’ah kecuali para ulama yang berkompeten untuk membantah ahli bid’ah.

 Baca selengkapnya di: http://forumsalafy.net/?p=4694

������������������������

Senin, 14 Juli 2014

TAZKIYAH ULAMA BISA MENGHALANGI JARH?

�� APAKAH TAZKIYAH ULAMA KEPADA SESEORANG MENGHALANGINYA UNTUK DIJARH

��Asy-Syaikh Ahmad Bazmul hafizhahullah

Pertanyaan: Kami sering mendengar ucapan sebagian orang awam tentang sebagian para pengekor hawa nafsu bahwa dia memiliki tazkiyah dari Asy-Syaikh Al-Albany rahimahullah dan dari Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah, maka apakah tazkiyah tersebut menghalanginya untuk dijarh?

Jawaban: Tazkiyah seorang ulama salafy kepada seseorang maknanya adalah sanjungan dan pujian kepadanya berdasarkan yang usaha dan jasanya (bagi dakwah –pent) yang baik dan ilmu yang bermanfaat serta mengikuti manhaj Salaf. Yang wajib atas seseorang yang ditazkiyah tersebut untuk tetap menempuh jalan yang benar dan terus berpegang teguh dengan Al-Kitab dan As-Sunnah serta manhaj Salafus Shalih. Jadi jika orang yang ditazkiyah tersebut menyelisihi manhaj yang karenanya para ulama mentazkiyahnya, maka sesungguhnya dia tidak berhak lagi terhadap tazkiyah tersebut. Jika dia tetap menjadikan tazkiyah para ulama kepadanya sebagai tameng, maka hal itu menunjukkan sikap main-mainnya dan suka berkilah serta tidak amanah. Tentu hal itu sangat disayangkan.

�� Selengkapnya : http://forumsalafy.net/?p=4600

