Selasa, 04 September 2018

WAJIB UNTUK SELALU MEMPERHATIKAN KEIKHLASAN KARENA PERKARANYA BESAR NAMUN BERAT

⚠✋🏻💥🔥 WAJIB UNTUK SELALU MEMPERHATIKAN KEIKHLASAN KARENA PERKARANYA BESAR NAMUN BERAT

✍🏻 Asy-Syaikh Rabi' bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

الإخلاص أمر عظيم يا إخوتاه، يجب أن يراعيه المسلم، وأن يحاسب نفسه في كل لحظة من لحظات حياته.

"Ikhlas merupakan perkara yang besar wahai saudara-saudaraku tercinta, seorang muslim wajib memperhatikannya dengan serius dan terus mengoreksi dirinya setiap detik dari detik-detik hidupnya."

📚 Marhaban Yaa Thalibal 'Ilmi, hlm. 54

🌍 Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/833754487059800064

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

PERBEDAAN PANDANGAN ORANG YANG BODOH DAN BERAKAL

🔎📚👓 PERBEDAAN PANDANGAN ORANG YANG BODOH DAN BERAKAL

💬 Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:

Syahwat-syahwat dunia itu bagaikan permainan yang ada dalam khayalan.

Pandangan orang yang bodoh hanya terbatas pada perkara yang kasat mata.

Adapun orang yang berakal, ia mampu melihat perkara yang tersembunyi di balik tabir.

📒 Al Fawaid: 1/48

📁 قال ابن القيم رحمه الله:
شهوات الدُّنْيَا كلعب الخيال وَنظر الْجَاهِل  مَقْصُور على الظَّاهِر فَأَما ذُو الْعقل فَيرى مَا ووراء السّتْر

📁 الفوائد: ١/٤٨
➖➖➖

🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon

📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilimiah

◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻

PENTINGNYA TARBIYAH ANAK

****
🌻💎 Faidah Tarbiyah Anak

🔑🗒🗂 FATWA ULAMA TENTANG TARBIYAH

✍ Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata:

"Aku mempermisalkan orang yang melakukan tarbiyah (pendidikan), namun tidak melakukan penjagaan (terhadap anak didiknya) dan tidak meletakkan perlindungan terhadap kaum muda, adalah seperti orang menanam kemudian  didatangi oleh hewan-hewan, serangga, srigala, dan lain-lain dan memakan habis tanaman tersebut. Jadi kalau tidak ada pagar, tidak ada perlindungan yaitu tahdzir dari bahaya bid'ah, maka manusia akan binasa."

📚 [Majmu' Kutub wa Rasa'il wa Fatawa asy-Syaikh Rabi' XIV/282-283]

● ● ● ● ● ●
📝🎨 Majmu’ah Tarbiyatul Aulad
📟 Channel Telegram: t.me/TarbiyatulAulad

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kamis, 23 Agustus 2018

MENGAKHIRKAN MAKAN PADA HARI IDUL ADHA SAMPAI SESEORANG KEMBALI DARI SHALATNYA HANYALAH KHUSUS BAGI SESEORANG YANG BERKURBAN

☕🥛🍮🥧🍧🥞🥤🥃🍹🍿🍨🍷

*MENGAKHIRKAN MAKAN PADA HARI IDUL ADHA SAMPAI SESEORANG KEMBALI DARI SHALATNYA HANYALAH KHUSUS BAGI SESEORANG YANG BERKURBAN*

Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah dan selain keduanya dari Ibnu Buraidah dari bapaknya bahwasanya Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wasallam_, beliau tidaklah keluar menuju shalat Idul Fitri hingga beliau makan dan beliau tidak makan pada hari Nahr (Idul Adha) sampai beliau pulang dari shalat.

✍🏻 Berkata Ibnu Qudamah dalam kitab _Al-Mughni_ (2/275):

Yang sunnah adalah seseorang makan pada hari Idul Fitri sebelum keluar shalat, dan pada shalat Idul Adha tidak makan sampai pulang dari shalat, dan ini pendapat mayoritas ulama, di antaranya: Ali, Ibnu Abbas, dan Malik, Syafii dan selainnya. Kita tidak mengetahui adanya perselisihan. . .

Sampai pada ucapan beliau:

berkata Ahmad: dan pada hari Idul Adha, tidaklah dia makan sampai dia pulang dari shalat, dan *ini bagi yang berkurban dikarenakan Nabi _shallallahu ‘alaihi wasallam_, beliau makan dari kurban beliau. Adapun kalau dia tidak mempunyai kurban, maka tidak mengapa dia makan (sebelum selesai shalat)*.

Dan pada kitab _Tuhfatul Ahwadzi_ (3/81) :

*Sungguh Imam Ahmad telah mengkhususkan sunnah pengakhiran makan pada Idul Adha hanya bagi orang yang berkurban.*

Berkata Az-Zailai dalam kitab _Tabyiinul Haqa'iq Syarh Kanzul Daqa'iq_ (1/226) :

*(sunnah pengakhiran makan ini) hanya bagi yang berkurban agar dia memakan hasil kurbannya. Adapun selainnya, maka tidak*.

Ditulis oleh: Syaikh Abul Abbas Yasin Al Adeni rahimahullah
hari Selasa 8 Dzulhijjah 1436.

🌏 Kunjungi || http://bit.ly/2gmDDTy

-------------🌻🌻🌻-------------
Sumber || http://telegram.me/forumsalafy

☕🥛🍮🥧🍧🥞🥤🥃🍹🍿🍨🍷

Sabtu, 16 September 2017

NAFKAH FI SABILILLAH

Forum Salafy Purbalingga:
_*...📜Renungan Untuk Para Suami yang Sibuk Mencari Nafkah*_

*📁💰HENDAKLAH ENGKAU NIATKAN UNTUK MENDAPAT PAHALA DI SISI ALLAH*

🔸Dari Ka'b bin 'Ujrah radhiyallahu 'anhu berkata:

"🛡Ada seorang melewati Nabi ﷺ dan para sahabatnya, mereka melihat kesabaran dan kesemangatannya, kemudian berkata para sahabat kepada Nabi ﷺ :

🗂"Wahai Rasulullah ﷺ kalau seandainya ini (kesemangatan laki-laki) di jalan Allah ta' ala -yaitu dalam jihad-.

🔸Maka Rasulullah ﷺ menjawab :

*"إنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى وَلَدِهِ صِغَارًا، فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ،*

📁Apabila dia keluar untuk berusaha (mencari penghasilan)  karena anaknya yang masih kecil, maka itu adalah di jalan Alloh ta'ala.

*وَإِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى أَبَوَيْنِ شَيْخَيْنِ كَبِيرَيْنِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ,*

📁Apabila dia keluar berusaha (mencari penghasilan) karena kedua orang tuanya yang sudah tua renta, maka itu adalah di jalan Allah ta'ala.

*وَإِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى نَفْسِهِ يُعِفُّهَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ،*

📁Apabila dia keluar berusaha (mencari penghasilan) untuk dirinya karena sifat 'iffahnya, maka itu adalah di jalan Allah ta' ala.

*وَإِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى رِيَاءً وَمُفَاخَرَةً فَهُوَ فِي سَبِيلِ الشَّيْطَانِ.*

📁Apabila dia keluar berusaha (mencari penghasilan) karena dia riya dan berbangga, maka itu di jalan syaithan".

📚HR. Ath Thabrani dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam shahihul jami'.

🔸Rasulullah ﷺ bersabda:

*(( دِينَارٌ أنْفَقْتَهُ في سَبيلِ اللهِ، وَدِينار أَنْفَقْتَهُ فِي رَقَبَةٍ، وَدِينارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ، وَدِينَارٌ أنْفَقْتَهُ عَلَى أهْلِكَ، أعْظَمُهَا أجْرًا الَّذِي أَنْفَقْتَهُ عَلَى أهْلِكَ))*

💡"Dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, dinar yang engkau infakkan untuk membebaskan budak, dinar yang engkau shadaqahkan untuk orang yang miskin dan dinar yang engkau infakkan untuk keluargamu, maka yang paling besar pahalanya adalah yang engkau infakkan untuk keluargamu.

📚Shahih Muslim : 995.

↪Didalam hadits ini ada faedah:

🎗"Bahwasanya nafkah yang wajib, lebih besar pahalanya daripada nafkah yang sunnah."

🔸Berkata syaikhul islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah:

طلبُ الحلال ، والنفقة على العيال ؛ بابٌ عظيم لا يعدِلُه شيﺀٌ مِن أعمال البرِّ .

📁💰"Mencari yang halal dan memberikan nafkah kepada keluarga adalah perkara yang agung, yang tidak bisa menandinginya dari amalan kebaikan sedikitpun (dari amalan sunnah) ".

*📚Al Imanul Ausath hal. 609.*

========
*🔰🌠Forum Salafy Purbalingga*

↗JOIN dengan kami di chanel:
http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga

CONTOH KESETIAAN

WarisanSalaf.Com:
🌹🌻 TAK BISA KE LAIN HATI

💎 -kisah kesetiaan abadi Ummu Darda terhadap suaminya-

➖➖➖➖

🌼 Hari itu, Ummu Darda' bergumam dalam doanya,

اللَّهُمَّ إِنَّ أَبَا الدَّرْدَاءِ خَطَبَنِي فَتَزَوَّجَنِي فِي الدُّنْيَا، اللَّهُمَّ فَأَنَا أَخْطُبُهُ إِلَيْك،َ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تُزَوِّجَنِيهِ فِي الْجَنَّةِ

"Duhai Allah, sesungguhnya Abu Darda' telah resmi melamarku, dan mengikat daku dalam mahligai pernikahan di dunia ini.

Oleh karena itu Ya Allah, kini Aku meminangnya, dan  memintanya kepadamu, agar nanti engkau nikahkan daku dan dia di JannahMu kelak."

🏡 Mendengar hal itu,  Abu Darda' lantas membalasnya dengan mengatakan,

فَإِنْ أَرَدْتِ ذَلِكَ فَكُنْتُ أَنَا الأَوَّلَ فَلا تَتَزَوَّجِي بَعْدِي

"Jika engkau memang menginginkan hal itu, maka Aku adalah cintamu yang pertama. Dan, janganlah engkau menikah lagi dengan pria lain sepeninggalku nanti."

🌙 Berlalu masa, akhirnya Abu Darda' lebih dahulu wafat meninggalkan dunia ini.

🌷 Kala itu, Ummu Darda' dikenal seorang wanita yang berparas cantik dan begitu gemulai.

💢 Berselang waktu, sahabat Muawiyah datang untuk meminang Ummu Darda. Namun Ummu Darda' menolak hasrat baik tersebut dengan mengatakan;

لا وَاللَّهِ لا أَتَزَوَّجُ زَوْجًا فِي الدُّنْيَا حَتَّى أَتَزَوَّجَ أَبَا الدَّرْدَاءِ إِنْ شَاءَ اللَّهُ فِي الْجَنَّةِ

"Tidak, demi Allah. Sungguh Aku tak akan menikah lagi di dunia ini, sehingga nanti dengan izinNya, Allah nikahkan kembali Aku dan Abu Darda' di JannahNya kelak."

📖  Hilyatul Auliya, 1/224

✅ KETERANGAN:

🍃 Ummu Darda' memohon dalam doanya seperti itu, karena di Jannah kelak, seorang wanita akan disandingkan kembali dengan suaminya yang terakhir ia nikahkan saat di dunia. Sebagaimana disebutkan dalam hadits:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ تُوُفِّيَ عَنْهَا زَوْجُهَا فَتَزَوَّجَتْ بَعْدَهُ فَهِيَ لِآخِرِ أَزْوَاجِهَا

“Wanita manapun yang ditinggal mati suaminya, kemudian si wanita menikah lagi, maka dia menjadi istri bagi suaminya yang terakhir.”
📖  (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Mu'jam Al-Washith dari Abu Darda'. Dishahihan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Ash-Shahihah 3/275)

🏞 Dengan cara itu, Ummu Darda' berharap Allah satukan kembali dirinya dengan Abu Darda di JannahNya kelak. Wallahu a'lam (pen)

📝 Diterjemahkan Oleh: Ustadz Abdul Wahid at-Tamimi hafizhahullah

#Fawaidumum #cinta #kesetiaan #suami_istri
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

TANDA-TANDA KEBAIKAN

Thalab Ilmu Syar'i:
👉🏼 TANDA-TANDA KEBAIKAN

🕹 Berkata Abu Ali Al-Hasan Bin Ali Al-Jauzajani رَحِمَهُ اللهُ :

من علامات السعادة على العبد
تيسير الطاعة عليه،
وموافقة السنة في أفعاله، وصحبته لأهل الصلاح،
وحسن أخلاقه مع الإخوان، وبذل معروفه للخلق،
واهتمامه للمسلمين،
ومراعاته لأوقاته

🚰 "Diantara tanda kebahagiaan yang diberikan kepada seorang hamba:
1️⃣ dimudahkan baginya melakukan ketaatan
2️⃣ amalan-amalannya sesuai sunnah
3️⃣ berteman dengan orang-orang yang saleh
4️⃣ baik akhlaknya bersama saudara-saudaranya
5️⃣ senantiasa memberi kebaikan kepada makhluk
6️⃣ memperhatikan urusan kaum muslimin
7️⃣ dan menjaga waktunya."

📚 (Al-i'tisham,Asy-Syathibi:1/ 123)