Kamis, 23 Agustus 2018

MENGAKHIRKAN MAKAN PADA HARI IDUL ADHA SAMPAI SESEORANG KEMBALI DARI SHALATNYA HANYALAH KHUSUS BAGI SESEORANG YANG BERKURBAN

☕🥛🍮🥧🍧🥞🥤🥃🍹🍿🍨🍷

*MENGAKHIRKAN MAKAN PADA HARI IDUL ADHA SAMPAI SESEORANG KEMBALI DARI SHALATNYA HANYALAH KHUSUS BAGI SESEORANG YANG BERKURBAN*

Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah dan selain keduanya dari Ibnu Buraidah dari bapaknya bahwasanya Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wasallam_, beliau tidaklah keluar menuju shalat Idul Fitri hingga beliau makan dan beliau tidak makan pada hari Nahr (Idul Adha) sampai beliau pulang dari shalat.

✍🏻 Berkata Ibnu Qudamah dalam kitab _Al-Mughni_ (2/275):

Yang sunnah adalah seseorang makan pada hari Idul Fitri sebelum keluar shalat, dan pada shalat Idul Adha tidak makan sampai pulang dari shalat, dan ini pendapat mayoritas ulama, di antaranya: Ali, Ibnu Abbas, dan Malik, Syafii dan selainnya. Kita tidak mengetahui adanya perselisihan. . .

Sampai pada ucapan beliau:

berkata Ahmad: dan pada hari Idul Adha, tidaklah dia makan sampai dia pulang dari shalat, dan *ini bagi yang berkurban dikarenakan Nabi _shallallahu ‘alaihi wasallam_, beliau makan dari kurban beliau. Adapun kalau dia tidak mempunyai kurban, maka tidak mengapa dia makan (sebelum selesai shalat)*.

Dan pada kitab _Tuhfatul Ahwadzi_ (3/81) :

*Sungguh Imam Ahmad telah mengkhususkan sunnah pengakhiran makan pada Idul Adha hanya bagi orang yang berkurban.*

Berkata Az-Zailai dalam kitab _Tabyiinul Haqa'iq Syarh Kanzul Daqa'iq_ (1/226) :

*(sunnah pengakhiran makan ini) hanya bagi yang berkurban agar dia memakan hasil kurbannya. Adapun selainnya, maka tidak*.

Ditulis oleh: Syaikh Abul Abbas Yasin Al Adeni rahimahullah
hari Selasa 8 Dzulhijjah 1436.

🌏 Kunjungi || http://bit.ly/2gmDDTy

-------------🌻🌻🌻-------------
Sumber || http://telegram.me/forumsalafy

☕🥛🍮🥧🍧🥞🥤🥃🍹🍿🍨🍷

Sabtu, 16 September 2017

NAFKAH FI SABILILLAH

Forum Salafy Purbalingga:
_*...📜Renungan Untuk Para Suami yang Sibuk Mencari Nafkah*_

*📁💰HENDAKLAH ENGKAU NIATKAN UNTUK MENDAPAT PAHALA DI SISI ALLAH*

🔸Dari Ka'b bin 'Ujrah radhiyallahu 'anhu berkata:

"🛡Ada seorang melewati Nabi ﷺ dan para sahabatnya, mereka melihat kesabaran dan kesemangatannya, kemudian berkata para sahabat kepada Nabi ﷺ :

🗂"Wahai Rasulullah ﷺ kalau seandainya ini (kesemangatan laki-laki) di jalan Allah ta' ala -yaitu dalam jihad-.

🔸Maka Rasulullah ﷺ menjawab :

*"إنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى وَلَدِهِ صِغَارًا، فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ،*

📁Apabila dia keluar untuk berusaha (mencari penghasilan)  karena anaknya yang masih kecil, maka itu adalah di jalan Alloh ta'ala.

*وَإِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى أَبَوَيْنِ شَيْخَيْنِ كَبِيرَيْنِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ,*

📁Apabila dia keluar berusaha (mencari penghasilan) karena kedua orang tuanya yang sudah tua renta, maka itu adalah di jalan Allah ta'ala.

*وَإِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى نَفْسِهِ يُعِفُّهَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ،*

📁Apabila dia keluar berusaha (mencari penghasilan) untuk dirinya karena sifat 'iffahnya, maka itu adalah di jalan Allah ta' ala.

*وَإِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى رِيَاءً وَمُفَاخَرَةً فَهُوَ فِي سَبِيلِ الشَّيْطَانِ.*

📁Apabila dia keluar berusaha (mencari penghasilan) karena dia riya dan berbangga, maka itu di jalan syaithan".

📚HR. Ath Thabrani dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam shahihul jami'.

🔸Rasulullah ﷺ bersabda:

*(( دِينَارٌ أنْفَقْتَهُ في سَبيلِ اللهِ، وَدِينار أَنْفَقْتَهُ فِي رَقَبَةٍ، وَدِينارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ، وَدِينَارٌ أنْفَقْتَهُ عَلَى أهْلِكَ، أعْظَمُهَا أجْرًا الَّذِي أَنْفَقْتَهُ عَلَى أهْلِكَ))*

💡"Dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, dinar yang engkau infakkan untuk membebaskan budak, dinar yang engkau shadaqahkan untuk orang yang miskin dan dinar yang engkau infakkan untuk keluargamu, maka yang paling besar pahalanya adalah yang engkau infakkan untuk keluargamu.

📚Shahih Muslim : 995.

↪Didalam hadits ini ada faedah:

🎗"Bahwasanya nafkah yang wajib, lebih besar pahalanya daripada nafkah yang sunnah."

🔸Berkata syaikhul islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah:

طلبُ الحلال ، والنفقة على العيال ؛ بابٌ عظيم لا يعدِلُه شيﺀٌ مِن أعمال البرِّ .

📁💰"Mencari yang halal dan memberikan nafkah kepada keluarga adalah perkara yang agung, yang tidak bisa menandinginya dari amalan kebaikan sedikitpun (dari amalan sunnah) ".

*📚Al Imanul Ausath hal. 609.*

========
*🔰🌠Forum Salafy Purbalingga*

↗JOIN dengan kami di chanel:
http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga

CONTOH KESETIAAN

WarisanSalaf.Com:
🌹🌻 TAK BISA KE LAIN HATI

💎 -kisah kesetiaan abadi Ummu Darda terhadap suaminya-

➖➖➖➖

🌼 Hari itu, Ummu Darda' bergumam dalam doanya,

اللَّهُمَّ إِنَّ أَبَا الدَّرْدَاءِ خَطَبَنِي فَتَزَوَّجَنِي فِي الدُّنْيَا، اللَّهُمَّ فَأَنَا أَخْطُبُهُ إِلَيْك،َ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تُزَوِّجَنِيهِ فِي الْجَنَّةِ

"Duhai Allah, sesungguhnya Abu Darda' telah resmi melamarku, dan mengikat daku dalam mahligai pernikahan di dunia ini.

Oleh karena itu Ya Allah, kini Aku meminangnya, dan  memintanya kepadamu, agar nanti engkau nikahkan daku dan dia di JannahMu kelak."

🏡 Mendengar hal itu,  Abu Darda' lantas membalasnya dengan mengatakan,

فَإِنْ أَرَدْتِ ذَلِكَ فَكُنْتُ أَنَا الأَوَّلَ فَلا تَتَزَوَّجِي بَعْدِي

"Jika engkau memang menginginkan hal itu, maka Aku adalah cintamu yang pertama. Dan, janganlah engkau menikah lagi dengan pria lain sepeninggalku nanti."

🌙 Berlalu masa, akhirnya Abu Darda' lebih dahulu wafat meninggalkan dunia ini.

🌷 Kala itu, Ummu Darda' dikenal seorang wanita yang berparas cantik dan begitu gemulai.

💢 Berselang waktu, sahabat Muawiyah datang untuk meminang Ummu Darda. Namun Ummu Darda' menolak hasrat baik tersebut dengan mengatakan;

لا وَاللَّهِ لا أَتَزَوَّجُ زَوْجًا فِي الدُّنْيَا حَتَّى أَتَزَوَّجَ أَبَا الدَّرْدَاءِ إِنْ شَاءَ اللَّهُ فِي الْجَنَّةِ

"Tidak, demi Allah. Sungguh Aku tak akan menikah lagi di dunia ini, sehingga nanti dengan izinNya, Allah nikahkan kembali Aku dan Abu Darda' di JannahNya kelak."

📖  Hilyatul Auliya, 1/224

✅ KETERANGAN:

🍃 Ummu Darda' memohon dalam doanya seperti itu, karena di Jannah kelak, seorang wanita akan disandingkan kembali dengan suaminya yang terakhir ia nikahkan saat di dunia. Sebagaimana disebutkan dalam hadits:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ تُوُفِّيَ عَنْهَا زَوْجُهَا فَتَزَوَّجَتْ بَعْدَهُ فَهِيَ لِآخِرِ أَزْوَاجِهَا

“Wanita manapun yang ditinggal mati suaminya, kemudian si wanita menikah lagi, maka dia menjadi istri bagi suaminya yang terakhir.”
📖  (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Mu'jam Al-Washith dari Abu Darda'. Dishahihan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Ash-Shahihah 3/275)

🏞 Dengan cara itu, Ummu Darda' berharap Allah satukan kembali dirinya dengan Abu Darda di JannahNya kelak. Wallahu a'lam (pen)

📝 Diterjemahkan Oleh: Ustadz Abdul Wahid at-Tamimi hafizhahullah

#Fawaidumum #cinta #kesetiaan #suami_istri
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

TANDA-TANDA KEBAIKAN

Thalab Ilmu Syar'i:
👉🏼 TANDA-TANDA KEBAIKAN

🕹 Berkata Abu Ali Al-Hasan Bin Ali Al-Jauzajani رَحِمَهُ اللهُ :

من علامات السعادة على العبد
تيسير الطاعة عليه،
وموافقة السنة في أفعاله، وصحبته لأهل الصلاح،
وحسن أخلاقه مع الإخوان، وبذل معروفه للخلق،
واهتمامه للمسلمين،
ومراعاته لأوقاته

🚰 "Diantara tanda kebahagiaan yang diberikan kepada seorang hamba:
1️⃣ dimudahkan baginya melakukan ketaatan
2️⃣ amalan-amalannya sesuai sunnah
3️⃣ berteman dengan orang-orang yang saleh
4️⃣ baik akhlaknya bersama saudara-saudaranya
5️⃣ senantiasa memberi kebaikan kepada makhluk
6️⃣ memperhatikan urusan kaum muslimin
7️⃣ dan menjaga waktunya."

📚 (Al-i'tisham,Asy-Syathibi:1/ 123)

TAWAKAL

🌻 💐 TAWAKKAL

🌻 Dikatakan kepada Hatim Al Ashamm (ulama di abad ke-3 hijriah) rahimahullah, "Atas dasar apa Anda menyandarkan urusan Anda kepada tawakkal?"

💡 Beliau mengatakan,

ﻋﻠﻰ ﺧﺼﺎﻝ ﺃﺭﺑﻌﺔ:
1️⃣ ﻋﻠﻤﺖ ﺃﻥ ﺭﺯﻗﻲ ﻻ ﻳﺄﻛﻠﻪ ﻏﻴﺮﻱ، ﻓﺎﻃﻤﺄﻧﺖ ﺑﻪ ﻧﻔﺴﻲ،
2️⃣ ﻭﻋﻠﻤﺖ ﺃﻥ ﻋﻤﻠﻲ ﻻ ﻳﻌﻤﻠﻪ ﻏﻴﺮﻱ، ﻓﺄﻧﺎ ﻣﺸﻐﻮﻝ ﺑﻪ،
3️⃣ ﻭﻋﻠﻤﺖ ﺃﻥ اﻟﻤﻮﺕ ﻳﺄﺗﻲ ﺑﻐﺘﺔ، ﻓﺄﻧﺎ ﺃﺑﺎﺩﺭﻩ،
4️⃣ ﻭﻋﻠﻤﺖ ﺃﻧﻲ ﻻ ﺃﺧﻠﻮ ﻣﻦ ﻋﻴﻦ اﻟﻠﻪ، ﻓﺄﻧﺎ ﻣﺴﺘﺢ ﻣﻨﻪ.

"Di atas empat perkara:

1. Saya tahu bahwa rezekiku tidak akan dimakan orang lain, maka jiwa saya pun tenang.

2. Saya tahu bahwa amalku tidak akan diamalkan oleh orang lain, maka saya pun sibuk mengamalkannya.

3. Saya tahu bahwa kematian datang tiba-tiba, maka saya pun bersegera sebelum dia datang.

4. Saya tahu bahwa saya tidak lepas dari pengawasan Allah, maka saya pun malu kepada-Nya.

📚 Siyar A'lam An Nubala' 11/485
•┈┈•┈┈•⊰✿📚✿⊱•┈┈•┈┈
#fawaidumum #hikmah #tawakkal

🌏 Website: tashfiyah.com ||| telegram.tashfiyah.com
📱 Gabung Channel Majalah Tashfiyah : bit.ly/tashfiyah

Rabu, 13 September 2017

PILIHLAH TEMAN YANG BAIK

WarisanSalaf.Com:
🍃💢 PILIHLAH TEMAN YANG BAIK DAN SHOLEH 💢🍃

▶️ Karena agama dan akhlak seseorang  bisa dipengaruhi oleh temannya.

➖➖➖➖

🔰 Dari shahabat Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu; Bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

« الْرَّجُل عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ »

”Seorang manusia itu di atas agama teman dekatnya.  Oleh karena itu, perhatikanlah oleh kalian, siapa yang akan dijadikan teman dekat!”

(HR. Abu Dawud no.4833, dan At-Tirmidzi no.2378. At-Tirmidzi mengatakan: “Hadits ini hasan ghorib.”, Lihat pula Shohih Al-Jami’ no.3545, Derajatnya: Hasan )

💢 Penjelasan:

🔰 Agama dan akhlak seseorang itu dipengaruhi teman dekatnya (atau sahabat karibnya).
👉 Oleh karena itu, hendaknya kalian memperhatikan siapa yang akan dijadikan teman dekat.

🔵 Jikalau dia bersahabat dengan ahlul-khoir (orang-orang yang baik, pent), dia akan menjadi bagian dari mereka.

🔴 Jika dia bersahabat dengan selain mereka, maka dia pun akan menjadi seperti mereka (orang-orang yang dijadikan sahabatnya, pent.).

✅ Pelajaran dari hadits ini dan yang semakna;

👉🏻 Hendaknya seorang manusia memilih teman dekat dari kalangan orang-orang baik (nan sholeh).
Kemudian, saling mengunjungi di antara mereka, karena pada kegiatan itu terdapat kebaikan.

(Lihat Syarah Riyadhis Sholihin 3/246; Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin rohimahullah)

Wallahul Muwaffiq
➖➖➖

👍 Semoga Allah Ta'ala senantiasa memudahkan kita untuk berteman dengan alim ulama dan orang-orang sholeh yang berjalan di atas kebenaran. Aamiin

📝 Dikirim oleh: Al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan hafizhahullah

#fawaidumum
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Senin, 17 Juli 2017

TERHINA KARENA MENELANTARKAN TAUHID

⏬�� Mengabaikan Dakwah Tauhid Penyebab Terbesar Kaum Muslimin Sentiasa Terhina

☝��Asy-Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan حفظه الله berkata, “Setiap dakwah yang berfokus kepada tauhid dengan izin Allah akan berhasil, bermanfaat bagi masyarakat. Sebagaimana hal itu telah dicatat dalam lembaran sejarah. Kita tidak mengenepikan urusan-urusan kaum muslimin lainnya, bahkan kita sangat peduli akan perihal mereka.

���� Kita berusaha menolong mereka dan berupaya pula untuk menghindarkan mereka dari berbagai keburukkan dengan pelbagai cara. Bukan perkara yang ringan bagi kita, melihat fenomena kaum muslimin yang dibantai dan diusir. Akan tetapi mencurahkan perhatian terhadap berbagai persoalan kaum muslimin bukanlah dengan kita menangis, pura-pura menangis dan memenuhi dunia dengan ucapan, tulisan, teriakan dan jeritan, kerana hal-hal itu tidaklah bermanfaat sama sekali. Akan tetapi penyelesaian yang benar bagi berbagai persoalan yang dihadapi kaum muslimin yang pertama adalah mencari faktor-faktor penyebab terjadinya berbagai bencana yang menimpa kaum muslimin, dan mengapa musuh-musuh kaum muslimin dapat menguasai mereka. Apa faktor penyebab musuh-musuh kaum muslimin dapat menguasai mereka?

�� Ketika kita mencermati dunia Islam, kita dapati kebanyakkan orang-orang yang mengatas namakan dirinya kaum muslimin, namun tidak berpegang teguh dengan ajaran-ajaran Islam kecuali orang-orang yang Allah rahmati. Mereka hanyalah orang-orang Islam dari namanya semata. Aqidah pada kebanyakkan mereka telah rosak. Mereka beribadah kepada selain Allah, bergantung kepada para wali, orang-orang soleh, kuburan-kuburan dan makam-makam. Mereka tidak mengerjakan solat, tidak membayar zakat, tidak berpuasa dan tidak pula melaksanakan yang Allah wajibkan kepada mereka, di antaranya tidak mempersiapkan kekuatan untuk memerangi orang kafir!!!

�� Demikianlah keadaan majoriti orang-orang yang mengatas namakan Islam. Mereka telah mengabaikan ajaran mereka, maka Allah mengabaikan mereka.

�� Sebab terbesar yang menjerumuskan mereka ke dalam berbagai musibah ini adalah pengabaian mereka terhadap prinsip tauhid dan terjerumusnya mereka ke dalam syirik besar, mereka tidak melarang perbuatan syirik, tidak pula mengingkarinya. Jika di antara mereka ada yang berbuat syirik, mereka tidak mengingkarinya. Bahkan tidak menganggapnya sebagai kesyirikkan...

❗...Itulah sebab terbesar yang mengakibatkan kaum muslimin ditimpa berbagai musibah ini...❗

�� Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, "(Iaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi nescaya mereka mendirikan solat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar dan kepada Allah lah kembali segala urusan"." (Al-Hajj: 40-41).”

�� (Terjemahan Kitab Durus Min Al-Qur'an Al-Karim, karya asy-Syaikh Dr. Shalih Fauzan al-Fauzan, terbitan Daar Ibnu 'Abbas)

�� ll مجموعة طريق السلف ll ��
�� www.thoriqussalaf.com
�� http://telegram.me/thoriqussalaf