Sabtu, 16 September 2017

TAWAKAL

🌻 💐 TAWAKKAL

🌻 Dikatakan kepada Hatim Al Ashamm (ulama di abad ke-3 hijriah) rahimahullah, "Atas dasar apa Anda menyandarkan urusan Anda kepada tawakkal?"

💡 Beliau mengatakan,

ﻋﻠﻰ ﺧﺼﺎﻝ ﺃﺭﺑﻌﺔ:
1️⃣ ﻋﻠﻤﺖ ﺃﻥ ﺭﺯﻗﻲ ﻻ ﻳﺄﻛﻠﻪ ﻏﻴﺮﻱ، ﻓﺎﻃﻤﺄﻧﺖ ﺑﻪ ﻧﻔﺴﻲ،
2️⃣ ﻭﻋﻠﻤﺖ ﺃﻥ ﻋﻤﻠﻲ ﻻ ﻳﻌﻤﻠﻪ ﻏﻴﺮﻱ، ﻓﺄﻧﺎ ﻣﺸﻐﻮﻝ ﺑﻪ،
3️⃣ ﻭﻋﻠﻤﺖ ﺃﻥ اﻟﻤﻮﺕ ﻳﺄﺗﻲ ﺑﻐﺘﺔ، ﻓﺄﻧﺎ ﺃﺑﺎﺩﺭﻩ،
4️⃣ ﻭﻋﻠﻤﺖ ﺃﻧﻲ ﻻ ﺃﺧﻠﻮ ﻣﻦ ﻋﻴﻦ اﻟﻠﻪ، ﻓﺄﻧﺎ ﻣﺴﺘﺢ ﻣﻨﻪ.

"Di atas empat perkara:

1. Saya tahu bahwa rezekiku tidak akan dimakan orang lain, maka jiwa saya pun tenang.

2. Saya tahu bahwa amalku tidak akan diamalkan oleh orang lain, maka saya pun sibuk mengamalkannya.

3. Saya tahu bahwa kematian datang tiba-tiba, maka saya pun bersegera sebelum dia datang.

4. Saya tahu bahwa saya tidak lepas dari pengawasan Allah, maka saya pun malu kepada-Nya.

📚 Siyar A'lam An Nubala' 11/485
•┈┈•┈┈•⊰✿📚✿⊱•┈┈•┈┈
#fawaidumum #hikmah #tawakkal

🌏 Website: tashfiyah.com ||| telegram.tashfiyah.com
📱 Gabung Channel Majalah Tashfiyah : bit.ly/tashfiyah

Rabu, 13 September 2017

PILIHLAH TEMAN YANG BAIK

WarisanSalaf.Com:
🍃💢 PILIHLAH TEMAN YANG BAIK DAN SHOLEH 💢🍃

▶️ Karena agama dan akhlak seseorang  bisa dipengaruhi oleh temannya.

➖➖➖➖

🔰 Dari shahabat Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu; Bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

« الْرَّجُل عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ »

”Seorang manusia itu di atas agama teman dekatnya.  Oleh karena itu, perhatikanlah oleh kalian, siapa yang akan dijadikan teman dekat!”

(HR. Abu Dawud no.4833, dan At-Tirmidzi no.2378. At-Tirmidzi mengatakan: “Hadits ini hasan ghorib.”, Lihat pula Shohih Al-Jami’ no.3545, Derajatnya: Hasan )

💢 Penjelasan:

🔰 Agama dan akhlak seseorang itu dipengaruhi teman dekatnya (atau sahabat karibnya).
👉 Oleh karena itu, hendaknya kalian memperhatikan siapa yang akan dijadikan teman dekat.

🔵 Jikalau dia bersahabat dengan ahlul-khoir (orang-orang yang baik, pent), dia akan menjadi bagian dari mereka.

🔴 Jika dia bersahabat dengan selain mereka, maka dia pun akan menjadi seperti mereka (orang-orang yang dijadikan sahabatnya, pent.).

✅ Pelajaran dari hadits ini dan yang semakna;

👉🏻 Hendaknya seorang manusia memilih teman dekat dari kalangan orang-orang baik (nan sholeh).
Kemudian, saling mengunjungi di antara mereka, karena pada kegiatan itu terdapat kebaikan.

(Lihat Syarah Riyadhis Sholihin 3/246; Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin rohimahullah)

Wallahul Muwaffiq
➖➖➖

👍 Semoga Allah Ta'ala senantiasa memudahkan kita untuk berteman dengan alim ulama dan orang-orang sholeh yang berjalan di atas kebenaran. Aamiin

📝 Dikirim oleh: Al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan hafizhahullah

#fawaidumum
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Senin, 17 Juli 2017

TERHINA KARENA MENELANTARKAN TAUHID

⏬�� Mengabaikan Dakwah Tauhid Penyebab Terbesar Kaum Muslimin Sentiasa Terhina

☝��Asy-Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan حفظه الله berkata, “Setiap dakwah yang berfokus kepada tauhid dengan izin Allah akan berhasil, bermanfaat bagi masyarakat. Sebagaimana hal itu telah dicatat dalam lembaran sejarah. Kita tidak mengenepikan urusan-urusan kaum muslimin lainnya, bahkan kita sangat peduli akan perihal mereka.

���� Kita berusaha menolong mereka dan berupaya pula untuk menghindarkan mereka dari berbagai keburukkan dengan pelbagai cara. Bukan perkara yang ringan bagi kita, melihat fenomena kaum muslimin yang dibantai dan diusir. Akan tetapi mencurahkan perhatian terhadap berbagai persoalan kaum muslimin bukanlah dengan kita menangis, pura-pura menangis dan memenuhi dunia dengan ucapan, tulisan, teriakan dan jeritan, kerana hal-hal itu tidaklah bermanfaat sama sekali. Akan tetapi penyelesaian yang benar bagi berbagai persoalan yang dihadapi kaum muslimin yang pertama adalah mencari faktor-faktor penyebab terjadinya berbagai bencana yang menimpa kaum muslimin, dan mengapa musuh-musuh kaum muslimin dapat menguasai mereka. Apa faktor penyebab musuh-musuh kaum muslimin dapat menguasai mereka?

�� Ketika kita mencermati dunia Islam, kita dapati kebanyakkan orang-orang yang mengatas namakan dirinya kaum muslimin, namun tidak berpegang teguh dengan ajaran-ajaran Islam kecuali orang-orang yang Allah rahmati. Mereka hanyalah orang-orang Islam dari namanya semata. Aqidah pada kebanyakkan mereka telah rosak. Mereka beribadah kepada selain Allah, bergantung kepada para wali, orang-orang soleh, kuburan-kuburan dan makam-makam. Mereka tidak mengerjakan solat, tidak membayar zakat, tidak berpuasa dan tidak pula melaksanakan yang Allah wajibkan kepada mereka, di antaranya tidak mempersiapkan kekuatan untuk memerangi orang kafir!!!

�� Demikianlah keadaan majoriti orang-orang yang mengatas namakan Islam. Mereka telah mengabaikan ajaran mereka, maka Allah mengabaikan mereka.

�� Sebab terbesar yang menjerumuskan mereka ke dalam berbagai musibah ini adalah pengabaian mereka terhadap prinsip tauhid dan terjerumusnya mereka ke dalam syirik besar, mereka tidak melarang perbuatan syirik, tidak pula mengingkarinya. Jika di antara mereka ada yang berbuat syirik, mereka tidak mengingkarinya. Bahkan tidak menganggapnya sebagai kesyirikkan...

❗...Itulah sebab terbesar yang mengakibatkan kaum muslimin ditimpa berbagai musibah ini...❗

�� Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, "(Iaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi nescaya mereka mendirikan solat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar dan kepada Allah lah kembali segala urusan"." (Al-Hajj: 40-41).”

�� (Terjemahan Kitab Durus Min Al-Qur'an Al-Karim, karya asy-Syaikh Dr. Shalih Fauzan al-Fauzan, terbitan Daar Ibnu 'Abbas)

�� ll مجموعة طريق السلف ll ��
�� www.thoriqussalaf.com
�� http://telegram.me/thoriqussalaf

SEBAB LAPANGNYA JIWA

Salafymedia.com:
��|| ﷽ ||��

��(Faedah)��
�� �� �� SEBAB-SEBAB LAPANGNYA JIWA

✍ Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

"فأعظم اسباب انشراح الصدر:

✅ "Sebab-sebab terbesar lapangnya jiwa:

التوحيد: فالهدى و التوحيد من أعظم أسباب انشراح الصدر.

1⃣ Tauhid: Hidayah dan tauhid termasuk sebab terbesar lapangnya jiwa.

العلم: فإنه يشرح الصدر و يوسعه، حتى يكون أو سع من الدنيا.

2⃣ Ilmu: Ilmu membuat jiwa menjadi lapang dan luas, bahkan sampai lebih lapang daripada dunia.

الإنابة إلى الله: و محبته بكل القلب، و الإقبال عليه، و التنعم بعبادته.

3⃣ Kembali kepada Allah: Mencintai-Nya sepenuh hati, menghadap kepada-Nya, dan merasa nikmat dengan beribadah kepada-Nya.

دوام ذكره على كل حال و في كل موطن: فالذكر تأثير عجيب في انشراح الصدر و نعيم القلب.

4⃣ Terus menerus berdzikir kepada Allah kapan pun dan di manapun: Berdzikir memberikan dampak yang sangat menakjubkan dalam lapangnya jiwa dan tenangnya hati.

الإحسان إلى الخلق و نفعهم بما يمكنه: من المال، و الجاه، و النفع بالبدن، و أنواع الإحسان.

5⃣ Berbuat baik dan memberikan manfaat kepada makhluq dengan apa yang memungkinkannya: Baik dengan harta, kedudukan, anggota badan, dan macam kebaikan yang lainnya.

الشجاعة: فإن الشجاع منشرح الصدر، واسع البطان، متسع القلب. و الجبان أضيق الناس صدرا و أحصرهم قلبا.

6⃣ Keberanian: Orang yang pemberani maka akan lapang jiwanya, tenang batinnya, dan luas hatinya. Adapun orang yang penakut dia adalah orang yang paling sempit jiwanya dan galau hatinya.

إخراج دغل القلب من الصفات المذمومة.

7⃣ Mengeluarkan sifat-sifat yang tercela dari hati.

ترك فضول النظر، و الكلام، و الاستماع، و المخالطة: فإن هذه الفضول تستحيل آلاما، و غموما، و هموما في القلب."

8⃣ Meninggalkan berlebihan dalam memandang, berbicara, mendengarkan, dan bergaul (dengan manusia): Karena dengan berlebihan dalam semua ini dapat menyebabkan kegalauan, kegundahan, dan kesedihan dalam hati."

�� Sumber:
Lihat kitab Zaadul Ma'ad Jilid 2 hal. 32 (https://bit.ly/ManhajulAnbiya) Edited

�� Turut mempublikasikan:
���� WA Ilmu Syar'i
              Tulungagung ����

�� Join Channel Telegram:
https://t.me/taklimtulungagung
�� Kunjungi Situs:
www.kajiantulungagung.com

Minggu, 21 September 2014

TAHNIK, KHITAN, TUSUK TELINGA, DAN ADZAN DI TELINGA BAYI YANG BARU LAHIR 

 PEMBAHASAN ILMIYAH
SEPUTAR AQIQAH 

Pertemuan Ketujuh/Terakhir

TAHNIK, KHITAN, TUSUK TELINGA, DAN ADZAN DI TELINGA BAYI YANG BARU LAHIR 

1.TAHNIK.

Masalah: Makna Tahnik.

 Tahnik adalah mengunyah kurma sampai halus hingga bisa ditelan, kemudian dioles-oleskan ke langit-langit mulut. Apabila tidak didapatkan kurma, maka bisa diganti dengan makanan manis yang lain yang bisa digunakan untuk mentahnik, seperti madu atau ruthab.

Dalil dalam masalah ini adalah hadits Anas radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

ذَهَبْتُ بِعْبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ الْأَنْصَارِيِّ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ وُلِدَ، وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي عَبَاءَةٍ يَهْنَأُ بَعِيرًا لَهُ، فَقَالَ: «هَلْ مَعَكَ تَمْرٌ؟» فَقُلْتُ: نَعَمْ، فَنَاوَلْتُهُ تَمَرَاتٍ، فَأَلْقَاهُنَّ فِي فِيهِ فَلَاكَهُنَّ، ثُمَّ فَغَرَ فَا الصَّبِيِّ فَمَجَّهُ فِي فِيهِ، فَجَعَلَ الصَّبِيُّ يَتَلَمَّظُهُ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «حُبُّ الْأَنْصَارِ التَّمْرَ» وَسَمَّاهُ عَبْدَ اللهِ.

"Saya pergi bersama Abdullah bin Abu Thalhah al-Anshari menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ketika dia baru dilahirkan. Aku mendatangi Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam, yang ketika itu beliau sedang berada di kandang unta memberi minum untanya. Maka (Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam) bertanya padaku; "Apakah kamu membawa kurma?". Saya menjawab; ya. Beliau kemudian mengambil beberapa kurma lalu dimasukkan ke dalam mulut beliau dan melembutkannya. Setelah itu beliau membuka mulut bayi dan disuapkan padanya, bayi itu mulai menjilatinya. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kesukaan orang Anshar adalah kurma." kemudian (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) memberinya nama Abdullah. [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Masalah: Hukum Tahnik.

 Para ulama bersepakat disunnahkannya melakukan tahnik pada hari kelahiran seorang anak. Demikian dijelaskan oleh al-Imam an-Nawawi rahimahullah ketika menerangkan tentang tahnik ini. [Syarah an-Nawawi 14/122-123]

2.KHITAN BAYI.

Masalah: Makna Khitan

 Khitan adalah memotong sebagian kulit yang menutupi ujung kemaluan agar ujung kemaluan bisa nampak dan kotoran tidak hinggap pada kulit tersebut sehingga terkadang menimbulkan penyakit dan radang.

Masalah: Hukum Khitan

 Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini, namun pendapat yang kuat dan terpilih adalah yang menyatakan bahwa khitan wajib bagi laki-laki dan mustahab bagi perempuan. Ini adalah pendapat al-Imam Ahmad dalam satu riwayatnya dan pendapat ini dipilih oleh Ibnu Qudamah, asy-Syaikh al-'Utsaimin dan Syaikhuna Abdurahman al-'Adeni. Pembahasan ini telah kami jabarkan lebih luas di pelajaran kita pada hadits ke 27 dari kitab 'Umdatul Ahkam" (silahkan dilihat di blog kami).

3.TUSUK TELINGA BAYI PEREMPUAN.

Masalah: Hukum tusuk telinga bayi perempuan:

 Jumhur ulama berpendapat boleh-boleh saja. Meskipun padanya sedikit menyakiti bayi saat melakukan tusuk telinga, namun perbuatan ini menghantarkan kepada maksud dari tujuan ditusuknya telinga bayi, yaitu sebagai perhiasan dan kecantikannya. Biasanya apabila hal ini dilakukan saat bayi masih kecil maka lebih cepat sembuhnya.

Berkata Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma: "Kemudian beliau perintahkan untuk bersedekah, sehingga para wanita melepaskan anting-anting yang berada di telinga mereka dan kalung yang berada di leher mereka." [HR. Al-Bukhari]

Telah berfatwa bolehnya hal ini para ulama Al-Lajnah Ad-Daimah, asy-Syaikh al-'Utsaimin, asy-Syaikh al-Fauzan, Syaikhuna dan ulama yang lainnya.

 Berkata asy-Syaikh al-Fauzan hafizhahullah: "Tidak mengapa menusuk telinga bayi perempuan dengan tujuan untuk memasang perhiasan di telinganya. Perbuatan ini terus menerus dilakukan oleh kebanyakan manusia, bahkan di zaman Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam para wanita dahulu memakai perhiasan di telinga mereka, tanpa ada pengingkaran.

4.ADZAN DI TELINGA BAYI YANG BARU LAHIR.

Masalah: Apakah hukum mengumandangkan adzan di telinga bayi yang baru lahir?

 Kebanyakan para ulama memandang hal ini sunnah, yaitu mengumandangkan adzan di telinga kanan, sedangkan iqamah di telinga kiri. Mereka berdalil dengan beberapa hadits;

a.Hadits Abi Raafi' radhiyallahu 'anhu, ia berkata;

رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " أَذَّنَ فِي أُذُنَيِ الْحَسَنِ حِينَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ بِالصَّلَاةِ "

"Aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengumandangkan adzan pada kedua telinga Hasan bin 'Ali ketika Fatimah melahirkannya."

Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi, akan tetapi didalam sanadnya terdapat kelemahan, yaitu hadits ini diriwayatkan melalui jalan 'Aashim bin 'Ubaidillah, dia seorang perawi yang dha'if (lemah).

b.Hadits Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«مَنْ وُلِدَ لَهُ مَوْلُودٌ، فَأَذَّنَ فِي أُذُنِهِ الْيُمْنَى، وَأَقَامَ فِي أُذُنِهِ الْيُسْرَى، لَمْ يَضُرَّهُ أُمُّ الصِّبْيَانِ»

"Barangsiapa dilahirkan seorang anak, kemudian dia kumandangkan adzan di telinga kanannya (bayi) dan iqamah di telinga kirinya, maka jin tidak akan dapat mengganggunya."

Hadits ini adalah hadits palsu, dalam sanadnya terdapat perawi yang bernama Marwan bin Saalim al-Ghifaari dan Yahya Ibnul 'Alaa, mereka berdua yang memalsukan hadits ini.

Mereka juga berdalil dengan hadits-hadits yang lainnya, namun semuanya tidak sah datangnya dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Sehingga bisa disimpulkan bahwa pendapat yang benar dalam permasalahan ini adalah tidak disyariatkan mengumandangkan adzan di telinga kanan bayi yang baru lahir dan juga iqamah di telinga kiri bayi. Wallahu a'lam.

Dengan ini, usailah pembahasan kita seputar ibadah aqiqah. Semoga apa yang kami sampaikan banyak memberikan faedah untuk kaum musimin, sehingga dengannya mereka bisa menjalankan ibadah yang agung ini sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya, karena suatu ibadah akan diterima oleh Allah jika terpenuhi padanya dua syarat; niat ikhlas karena Allah dan mencocoki petunjuk Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam, Allah Ta'ala berfirman:

{فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا}

"maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya."

 Semoga Alloh ta'ala senantiasa memberikan kita taufiq dan hidayahNya untuk senantiasa mengikuti petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~

✏ Ditulis oleh Abu ‘Ubaidah Iqbal bin Damiri Al Jawy_23 Dzul Qa'dah 1435 H/ 18 September 2014_di Daarul Hadits Al Fiyusy_Harasahallah.

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~
WA. FORUM KIS 

Jumat, 12 September 2014

PESAN SYAIKH ROBI

TIDAK MEMAKAI PENUTUP KEPALA ADALAH KEBIASAAN ORANG BARAT
~~~~~~~~~~~~~~~~~

��Ada sebuah wejangan yang berharga yang disampaikan oleh Syaikh Robi' kepada anak-anak beliau dari kalangan penuntut ilmu dalam sebuah pertemuan di perpustakaan yang ada di rumah beliau di Makkah alMukarromah.��

Pesan asySyaikh hafizhahullaah:

"Selamat datang kepada kalian semua. Dan sebelum pembahasan hadits dimulai, aku sampaikan sebuah nasehat terlebih dahulu kepada para ikhwan dan anak-anakku.

Aku melihat banyak kepala yang tersingkap (tidak memakai penutup), ini adalah gaya hidup yang diambil dari orang Barat. Dan wajib atas salafy untuk menyelisihi musuh-musuh Allah, salafy adalah orang yang menegakkan agama di atas penyelisihan terhadap mereka, dan menentang adat & sikap taklid kepada orang Barat yang merusak. Maka janganlah kita taklid kepada mereka pada hal-hal yang nampak ini dan hal-hal yang lainnya.

Banyak muslimin yang menyerupai orang Barat, Yahudi, Nasrani, Komunis dan Syiah dengan penyerupaan yg sempurna. Hingga engkau temukan pada sebagian negara, tidak bisa dibedakan antara muslim dengan Yahudi dan Nasrani dari segi pakaian.

"Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk dari golongannya"

Maka janganlah menyerupai musuh-musuh Allah 'Azza wa Jalla dalam berbagai hal, jangan menyerupai mereka dalam aqidah, ibadah, adat-kebiasaan, dsb. Baarokallaahufiik. Ini adalah masalah yang wajib diperhatikan oleh salafiyun secara khusus.

Dan jangan pula mengikuti orang-orang yang awam dan jahil. Wajib bagi salafiyun untuk menyelisihi mereka yang masih jahil dan mengajari mereka cara hidup yang islami dalam masalah ini dan masalah yang lainnya.

Masalah kedua,
Aku menyangka, wallaahu a'lam dan aku berharap sangkaanku ini salah, banyak pemuda salafy yang menggampangkan (bermudah-mudahan) terhadap sunnah. Dalam hal sholat sunnah setelah sholat-sholat wajib, apakah kalian sudah sholat sunnah setelah maghrib? Karena begitu cepatnya kalian hadir di tempat ini. Sudahkah kalian sholat sunnah maghrib? Aku bertanya pada kalian. Ha...!?

Janganlah kalian menggampangkan sunnah, janganlah kalian menggampangkan sunnah. Janganlah kalian menggampangkan sholat sunnah ba'da maghrib, jangan pula ba'da isya'. Janganlah menyia-nyiakan sunnah-sunnah yang lain. Janganlah kalian menggampangkannya karena sikap menggampangkan sunnah akan menggiring pada sikap menggampangkan yang wajib.

Maka jagalah sunnah-sunnah ini karena ini adalah tutup penghalang terhadap wajah syaithan, baarokallaahu fiikum, dan pencegah yang menghalangi syaithan dari menguasai kita untuk menggampangkan hal-hal yang fardhu dan wajib. Semoga Allah memberi taufik pada kalian dan meluruskan kesalahan kalian.

Wajib atas kalian untuk berpegang pada sunnah Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam. Tanpa sunnah, agama tidak akan sempurna. Gigitlah dengan gigi geraham. Hati-hatilah kalian dari perkara-perkara yang baru karena setiap perkara yang baru adalah bid'ah, dan setiap bid'ah adalah sesat.

Aku minta setiap salafy berjanji untuk berpegang teguh dengan sunnah, petunjuk dan akhlaq Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam.

Seorang muslim tidak disyari'atkan untuk membiarkan kepalanya tanpa penutup kecuali ketika haji dan umroh. Adapun selain itu, tidak. Baarokallaahufiikum, selain itu, tidak disyariatkan.

Semoga Allah memberi taufik kepada kalian dan mengokohkan kami dan kalian di atas sunnah. "

alih bahasa:  al Ustadz Muslim abu Ishaq al Atsari~ hafidzahullah~

WhatsApp Salafy Indramayu

http://www.ajurry.com/vb/attachment.php?attachmentid=41802

Minggu, 31 Agustus 2014

Dzikir pagi dan petang

������الصحيح من أذكار الصباح ⛅ للألباني رحمه الله������
Riwayat yang Shahih dari Dzikir-Dzikir Pagi (dan Petang)
�� asy-Syaikh al-Albani hafizhahullah

1- " آية الكرسي ( {اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَئُؤودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ}
2- " قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ". ( ثلاث مرات )
3- " أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِى هَذِا اليوم  وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِى هَذِا اليوم  وَشَرِّ مَا بَعْدَهَ ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِى النَّارِ وَعَذَابٍ فِى الْقَبْرِ" .
��4- " أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ ، وَعَلَى كَلِمَةِ الإِخْلاَصِ ، وَعَلَى دِينِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَسَلَّمَ ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِينَا إِبْرَاهِيمَ حَنِيفاً ، وَمَا كَانَ مِن الْمُشْرِكِينَ ".
��5- " اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا ، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا ، وَبِكَ نَمُوتُ وَإلِيْكَ النُّشُورُ "
��6- " سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ " . ( ثلاث مرات )
�� 7- " بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ". ( ثلاث مرات )
��8- " سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ " .( مائة مرة )
��9- " لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ ".
��10- " يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلا تَكِلْنِي إِلى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ" 
��.11- " اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِى دِينِى وَدُنْيَاىَ وَأَهْلِى وَمَالِى اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَىَّ وَمِنْ خَلْفِى وَعَنْ يَمِينِى وَعَنْ شِمَالِى وَمِنْ فَوْقِى وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِى ".
��12- " اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَىْءٍ وَمَلِيكَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِى وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِى سُوءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ.
13- " اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّى ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ، خَلَقْتَنِى وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَىَّ وَأَبُوءُ لََكَ بِذَنْبِى ، فَاغْفِرْ لِى ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ".
14- " اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَدَنِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى سَمْعِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَصَرِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ " ( ثلاث مرات )،" اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ " .( ثلاث مرات )

 WSP WhatsApp Salafy Purbalingga

����